Setelah 20 Tahun Restorasi, Mesir Buka Kembali Makam Firaun Amenhotep III untuk Publik

Usai Restorasi 20 Tahun, Makam Amenhotep III di Luxor Jadi Magnet Wisata Baru

KabarIndonesia.id — Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Sabtu (4/10) resmi membuka kembali makam Firaun Amenhotep III di Lembah Para Raja, setelah lebih dari dua dekade menjalani proses restorasi intensif.

Makam megah tersebut milik Amenhotep III, penguasa besar dari masa Kerajaan Baru yang memerintah lebih dari 3.500 tahun silam. Terletak di sisi barat kompleks pemakaman kerajaan yang legendaris, situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1799, namun sempat dijarah, termasuk hilangnya sarkofagus sang firaun.

Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir, Mohamed Ismail Khaled, menyebut makam tersebut sebagai salah satu yang paling menonjol dan bernilai tinggi di antara seluruh situs di Lembah Para Raja. Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali makam Amenhotep III menjadi tambahan penting bagi pariwisata budaya Mesir yang tengah bergeliat.

“Restorasi ini merupakan hasil kolaborasi internasional antara para ahli Mesir, Italia, dan Jepang, dengan fokus utama pada pelestarian lukisan dinding yang kaya detail,” ujar Khaled.

Pekerjaan konservasi berlangsung dalam tiga fase, yakni 2001–2004, 2010–2012, dan 2023–2024. Khaled menambahkan, rancangan arsitektur yang kompleks serta dekorasi berwarna cerah di dalam makam mencerminkan kejayaan seni dan kebudayaan pada masa Kerajaan Baru.

“Makam ini terkenal dengan ornamen dan prasastinya yang unik—lukisan berwarna yang menggambarkan ritual keagamaan dan perjalanan spiritual raja menuju alam baka,” tuturnya.

Amenhotep III naik takhta pada usia muda setelah wafatnya sang ayah, Thutmose IV. Pemerintahannya yang berlangsung hampir empat dekade dikenal sebagai masa keemasan Mesir Kuno—era penuh kemakmuran, stabilitas, dan kemajuan seni—dengan pusat kekuasaan yang lebih berfokus di Thebes, bukan di ibu kota lama, Memphis.

Pada masa Dinasti ke-21, mumi Amenhotep III bersama mumi para raja lainnya dipindahkan ke Royal Mummies Cache, yang ditemukan kembali pada tahun 1898 di makam Amenhotep II. Saat ini, jasad sang firaun disimpan dengan penuh kehormatan di Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo.

Exit mobile version