News  

PSMTI Terima Sertifikat Wakaf Alqur’an Beriluminasi Tionghoa di Masjid Istiqlal

PSMTI Terima Sertifikat Wakaf Alqur'an Beriluminasi Tionghoa di Masjid Istiqlal
Kerja sama antara Masjid Istiqlal, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PSMTI) menerima sertifikat wakaf Alqur’an beriluminasi Tionghoa dalam sebuah acara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, bertepatan dengan malam peringatan Nuzulul Qur’an, Senin (9/3/2025).

Penyerahan sertifikat tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas budaya dalam gerakan wakaf Alqur’an yang akan disebarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Momentum tersebut berlangsung di pelataran Masjid Istiqlal dengan suasana Ramadhan yang khidmat. Lantunan ayat suci Alqur’an menggema, mengiringi prosesi penyerahan sertifikat wakaf yang diberikan langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, kepada Sekretaris Umum PSMTI, Peng Suyoto.

Penyerahan sertifikat ini merupakan bentuk penghargaan atas partisipasi PSMTI dalam program wakaf Alqur’an beriluminasi Tionghoa yang digagas melalui kerja sama antara Masjid Istiqlal, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

Mushaf yang diwakafkan memiliki keunikan tersendiri. Selain memuat ayat-ayat suci Alqur’an, mushaf tersebut dihiasi iluminasi bernuansa budaya Tionghoa yang memperkaya estetika tanpa mengurangi kesakralan isi Alqur’an.

Kehadiran mushaf tersebut menjadi simbol keharmonisan antara budaya dan keimanan yang berkembang di Nusantara.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, DR Serian, menyebut wakaf Alqur’an sebagai salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling utama.

“Wakaf Alqur’an adalah pahala yang terus mengalir, pahala yang tidak terputus selama mushaf itu dibaca dan dipelajari. Setiap huruf yang dibaca akan menghasilkan pahala berlipat ganda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan wakaf 100.000 Alqur’an tersebut, termasuk kepada PSMTI yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSMTI Peng Suyoto menilai keterlibatan organisasi tersebut sebagai kesempatan berharga untuk berkontribusi dalam penyebaran kebaikan.

“Kesempatan seperti ini belum tentu terulang. Karena itu kami merasa penting untuk ikut mengambil bagian,” ujarnya.

Peng Suyoto juga menegaskan bahwa sejarah telah menunjukkan hubungan yang harmonis antara masyarakat Tionghoa dan Islam di Nusantara. Ia berbaur dengan peran Laksamana Cheng Ho dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah ini.

“Tionghoa dan Islam bukanlah sesuatu yang untuk dipertentangkan. Mari kita bergandengan tangan menyebarkan kebaikan bagi sesama, tanpa memandang suku, ras maupun agama,” kata Peng Suyoto.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peluncuran program wakaf 100.000 Alqur’an beriluminasi Tionghoa yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.”

Menurutnya, program tersebut mencerminkan wajah Islam di Indonesia yang sejak dahulu dikenal ramah, terbuka, dan mampu berdialog dengan berbagai kebudayaan.

Rangkaian acara malam itu juga dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Alqur’an oleh qori internasional yang melantunkan ayat dengan penuh penghayatan.

Selain itu, penampilan seniman lukisan pasir juga memukau para hadirin dengan visualisasi perjalanan sejarah Islam.

Melalui butiran pasir yang digerakkan secara artistik, sang seniman menggambarkan perjalanan Islam mulai dari turunnya wahyu pada malam Nuzulul Qur’an, perkembangan Islam di Nusantara, hingga kisah berdirinya Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

Di bawah kubah megah Masjid Istiqlal, peringatan malam itu menjadi pengingat bahwa Alqur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga menjadi cahaya yang mempersatukan berbagai peradaban. Keberagaman yang hadir bukanlah sekat, melainkan jembatan menuju harmoni.

Exit mobile version