Mudik Nyepi dan Lebaran, Antrean Kendaraan Menuju Gilimanuk Capai 27 Km

Mudik Nyepi dan Lebaran, Antrean Kendaraan Menuju Gilimanuk Capai 27 Km
Pelabuhan Gilimanuk macet mudik lebaran (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mengalami antrean panjang hingga mencapai 27 kilometer pada Senin (16/3/2026) pagi. Lonjakan volume kendaraan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026 yang waktunya berdekatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol. Turmudi mengatakan antrean kendaraan masih terjadi hingga pukul 10.30 WITA, dengan ekor antrean mencapai kilometer 27 dari arah Tabanan menuju pelabuhan.

“Sampai pagi ini antrean kendaraan masih mengekor sampai KM 27 arah dari Tabanan,” ujar Turmudi, Senin (16/3/2026).

Selain dari arah Tabanan, antrean kendaraan juga terjadi dari arah Buleleng. Menurut Turmudi, antrean di jalur tersebut telah terjadi sejak malam sebelumnya dengan panjang sekitar 8 hingga 9 kilometer.

Berdasarkan pantauan aplikasi navigasi digital, waktu tempuh kendaraan dari ujung antrean menuju pelabuhan diperkirakan mencapai 1 jam 44 menit.

Polisi Lakukan Pengaturan Lalu Lintas

Polda Bali bersama jajaran kepolisian daerah terus melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan penyeberangan tersebut.

Turmudi menjelaskan bahwa personel dari Satgas Kamseltibcarlantas bersama Polres setempat telah disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan arus kendaraan tetap tertib.

“Upaya yang kami lakukan tetap menempatkan personel di titik pertemuan pertigaan Cekik dan patroli untuk memastikan antrean tertib serta membangunkan para sopir yang tertidur di mobil antrean untuk jalan kembali,” jelasnya.

Selain itu, pihak kepolisian sebelumnya juga telah mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat momentum libur Nyepi dan Idulfitri yang berdekatan diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan, sehingga berpotensi memicu penumpukan kendaraan di jalur penyeberangan Bali–Jawa.

Polda Bali memastikan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan hingga kondisi antrean kendaraan dapat terurai dan perjalanan masyarakat menuju pelabuhan berjalan lebih lancar.

Exit mobile version