Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 143,9 Juta Orang, Operasi Ketupat Libatkan 161 Ribu Personel

42 Persen Kendaraan Belum Masuk Jakarta, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi 29 Maret
Ilusrasi suasana mudik Nataru (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Pemerintah mulai mematangkan persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan skala pengamanan dan layanan transportasi yang besar. Pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,91 juta orang, sementara Operasi Ketupat 2026 akan melibatkan 161.243 personel gabungan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, hasil survei menunjukkan potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

“Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei,” ucap Dudy dalam keterangannya, dikutip Senin (16/3/2026).

Meski angka survei tahun ini sedikit lebih rendah, pemerintah tetap mewaspadai potensi lonjakan mobilitas di lapangan. Hal itu berkaca dari pengalaman tahun lalu, ketika realisasi perjalanan justru melebihi proyeksi awal.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi diprediksi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik, dengan jumlah pengguna mencapai 76,24 juta orang. Setelah itu, moda yang juga diperkirakan ramai digunakan adalah sepeda motor dan bus.

Menhub juga memetakan sejumlah simpul transportasi yang diprediksi menjadi titik terpadat selama masa angkutan Lebaran 2026.

Beberapa di antaranya adalah Bandara Soekarno-Hatta, lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Pulogebang.

“Prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan lebaran 2026 yaitu Bandara Soekarno-Hatta, lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, dan Stasiun Pasar Senen, serta terminal Pulogebang,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah telah menyiapkan berbagai sarana transportasi, meliputi 31.000 unit bus, 840 kapal laut, 254 kapal penyeberangan, 372 pesawat udara, serta 3.687 unit sarana kereta api.

Selain itu, pemerintah kembali menjalankan program mudik gratis melalui moda darat, laut, dan kereta api. Program ini ditargetkan melayani 113.262 penumpang dan 12.140 sepeda motor.

“Program mudik gratis kami juga berikan untuk daerah pascabencana di Sumatera meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat,” katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pengamanan mudik tahun ini akan dilakukan melalui Operasi Ketupat 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Operasi tersebut akan melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi, dengan Polri sebagai penanggung jawab utama operasi.

Kapolri menegaskan, target utama pemerintah bukan hanya menjaga kelancaran arus mudik, tetapi juga mempertahankan bahkan meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik nasional.

“Tentunya target kita adalah mempertahankan tingkat kepuasan masyarakat di tahun 2025 kemarin, di mana 90,9 persen masyarakat puas dengan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan perjalanan di masa libur 2025. Oleh karena itu, target kami, target kita semua adalah bagaimana mempertahankan ataupun meningkatkan,” tandasnya.

Dengan proyeksi pergerakan masyarakat yang tetap sangat besar, pemerintah kini menempatkan sinergi antarlembaga sebagai kunci.

Persiapan sarana transportasi, program mudik gratis, dan pengamanan terpadu diharapkan mampu menekan potensi kemacetan, kecelakaan, dan gangguan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026.