• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Kemenkes Kirim 600 Relawan Nakes untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

by Gusti
20 Desember 2025
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengerahkan ratusan relawan tenaga kesehatan (nakes) untuk memperkuat penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal, terutama di daerah dengan akses terbatas.

Pelepasan relawan dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti, di Terminal 3 Gerbang 5 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (20/12/2025).

Relawan yang diangkat berasal dari lintas profesi tenaga medis dan kesehatan. Mereka secara sukarela mengabdikan diri untuk membantu masyarakat di wilayah yang terkena dampak bencana, dengan fokus utama penugasan di Aceh yang dinilai mengalami dampak paling besar. Penanggulangan selanjutnya akan terjadi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Tim relawan terdiri dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, tenaga kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikologi klinis dan psikiater. Kehadiran psikolog dan psikiater berfokus pada layanan trauma healing, khususnya bagi warga di posko pengungsian.

Para relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, serta posko pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Penyugasan ini menjadi wujud semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya pada kemanusiaan. Saat ini fokus kita di Aceh karena dampaknya paling besar, dan ke depan akan berlanjut ke Sumatera Barat, khususnya Agam, serta Sumatera Utara,” ujar dr. Yuli Farianti.

Ia menjelaskan, sejak hari ketiga pascabencana, Kemenkes sebenarnya telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Namun, pada tahap awal pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit. Kini, melalui koordinasi, distribusi relawan diatur lebih merata agar pelayanan kesehatan menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Sekarang kita berkoordinasi agar tidak ada daerah yang kelebihan tenaga dan tidak ada daerah yang kekurangan. Semua harus merasakan distribusi layanan kesehatan yang adil dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pada tahap terbaru, sebanyak 126 relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi, seperti Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Sebelumnya, 70 relawan telah lebih dulu bertugas di Aceh dan Medan.

Ke depan, Kemenkes juga akan memberangkatkan 207 relawan pada tahap berikutnya dan 87 relawan pada tahap lanjutan. Dengan demikian, total tenaga relawan kesehatan yang dikerahkan hingga 22 Desember 2025 diperkirakan mencapai sekitar 600 orang.

“Kami membawa tim yang lengkap, termasuk psikologi klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,” tambah dr. Juli.

Salah satu relawan, dr. Chani Sinaro Putra, dokter spesialis mata dari RS Cicendo Bandung, menyatakan kesiapan tim menghadapi tantangan di lapangan.

“Persiapan kami tidak hanya fisik, tapi juga mental. Kami sudah mempelajari kondisi medan dan masyarakat di lokasi, termasuk kemungkinan penyakit atau kondisi medis yang akan ditemui. Insya Allah semua yang kami persiapkan dapat bermanfaat dan membantu, baik warga terdampak maupun tenaga medis yang sudah bertugas di sana,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Desin Pambudi, dokter spesialis saraf dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, menekankan pentingnya layanan neurologi dalam situasi bencana.

“Saat bencana, akses kesehatan sering terputus sehingga pasien dengan pengobatan rutin berisiko putus obat. Pasien stroke, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung sangat rentan jika pengobatan terhenti. Untuk itu kami bersyukur Kemenkes bergerak cepat mengajak kami bergabung agar bisa membantu saudara-saudara kita di Sumatera,” kata dr. Desin.

Para relawan berasal dari berbagai rumah sakit pemerintah dan swasta, di antaranya RSUP Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Persahabatan, RSJ Marzoeki Mahdi, RS Cicendo, serta rumah sakit swasta seperti Siloam dan Hermina.

Tags: Bencana AlamBencana di AcehBencana sumaterakemenkesPenanganan BencanaRelawan Nakes

Gusti

Next Post
KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang ke Pengurus PBNU Terkait Korupsi Kuota Haji

OTT di Kalsel, Kajari dan Kasi Intel Kejari HSU Diamankan KPK

Recommended.

DPR Pastikan Kritik Tak Dipidana Sewenang-wenang di Era KUHP Baru

DPR Pastikan Kritik Tak Dipidana Sewenang-wenang di Era KUHP Baru

12 Januari 2026
kenaikan gaji pns

Segini Besaran Kenaikan Gaji PNS 2024

1 Januari 2024

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version