Israel Geram atas Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York City

Zohran Mamdani terpilih sebagai wali kota Muslim pertama New York City setelah memenangkan pemilihan wali kota New York City

KabarIndonesia.id — Rezim Zionis Israel menunjukkan kemarahannya setelah politisi Muslim, Zohran Mamdani, berhasil memenangkan pemilihan Wali Kota New York City (NYC), Amerika Serikat. Menyikapi kemenangan bersejarah itu, Israel bahkan menyerukan agar warga Yahudi di New York mempertimbangkan untuk pindah ke Israel.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Menteri Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme Israel, Amichai Chikli, melalui akun media sosial X. Dalam pernyataannya, Chikli menuding Mamdani sebagai “pendukung Hamas.”
“Kota yang dulu menjadi simbol kebebasan dunia kini menyerahkan kuncinya kepada seorang pendukung Hamas,” tulis Chikli dalam unggahannya yang dikutip AFP, Kamis (6/11/2025).

Ia melanjutkan, “Pandangan Mamdani tidak jauh berbeda dengan para fanatik jihadis yang, 25 tahun lalu, membunuh tiga ribu warganya sendiri,” merujuk pada serangan 11 September 2001 yang dilakukan Al-Qaeda di New York dan Washington.

Zohran Mamdani, 34 tahun, akan secara resmi dilantik pada Januari mendatang sebagai Wali Kota Muslim pertama dalam sejarah New York City. Dalam kampanyenya, Mamdani berkomitmen menjadikan kota tersebut lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga dikenal vokal menentang segala bentuk diskriminasi, termasuk antisemitisme dan Islamofobia yang kerap menimpa dirinya.

Sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina, Mamdani kerap mengkritik keras kebijakan Israel. Ia secara terbuka menyebut Israel sebagai “rezim apartheid” dan menggambarkan perang di Gaza sebagai bentuk “genosida.” Sikap tersebut memicu kemarahan sebagian komunitas Yahudi di AS.

“New York tidak akan pernah sama lagi, terutama bagi komunitas Yahudinya. Kota ini melangkah dengan mata terbuka menuju jurang yang pernah dialami London,” ujar Chikli dalam unggahannya. Ia kemudian menambahkan, “Saya mengundang warga Yahudi di New York untuk dengan serius mempertimbangkan menjadikan tanah Israel sebagai rumah baru mereka.”

Kemenangan Mamdani diraih di tengah serangan politik yang intens terhadap latar belakang dan keyakinannya. Sejumlah elite bisnis, tokoh konservatif, hingga Presiden AS Donald Trump melancarkan kritik tajam menjelang hari pemilihan. Trump bahkan menyebut Mamdani sebagai “pembenci Yahudi” dalam unggahan terakhirnya di media sosial, beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai.

Meski dihujani tudingan dan tekanan, Mamdani tetap memperoleh kemenangan telak menandai babak baru dalam sejarah politik Amerika, sekaligus simbol kebangkitan representasi Muslim di panggung kepemimpinan tertinggi kota metropolitan terbesar di dunia itu.