News  

Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Blokir Grok, Chatbot AI Elon Musk

Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Blokir Grok, Chatbot AI Elon Musk
Ilustrasi Grok AI (dok : Int).

Kabarindonesia.id — Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang memblokir sementara Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk. Langkah tegas ini diambil setelah Grokknown dapat menghasilkan gambar asusila melalui permintaan pengguna di platform X.

Keputusan pemerintah Indonesia tersebut menjadi sorotan media internasional. Salah satunya diberitakan France24 dalam artikel berjudul Malaysia menangguhkan akses ke Musk’s Grok AI: regulator, dan menyoroti kebijakan Indonesia sebagai preseden global dalam pengawasan teknologi AI.

“Pada hari Sabtu, Indonesia jadi negara pertama yang menolak akses ke alat tersebut, yang di tempat lain bisa diakses hanya untuk pelanggan berbayar,” tulis France24, dikutip Senin (12/1/2026).

Dalam laporan itu disebutkan, di sejumlah wilayah lain Grok masih dapat digunakan secara terbatas, khususnya oleh pelanggan berbayar. Sebelumnya, xAI, perusahaan milik Elon Musk yang mengembangkan Grok, telah membatasi fitur pembuatan dan pengeditan gambar hanya untuk pengguna berlangganan, sebagai upaya menutup celah keamanan setelah munculnya konten seksi di platform X.

Selain Indonesia, Malaysia juga melaporkan mengambil langkah serupa dengan membatasi sementara akses Grok. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mencakup Grok untuk menghasilkan gambar cabul, eksplisit secara seksual, tidak senonoh, menyinggung, serta manipulasi gambar tanpa persetujuan.

Sorotan internasional juga datang dari CNBC Internasional melalui artikel berjudul Indonesia memblokir sementara akses ke Grok Elon Musk atas gambar seksual .

Media tersebut memuat pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menyatakan pemblokiran dilakukan karena adanya pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keamanan masyarakat di ruang digital.

Sementara itu, Al Jazeera juga memberitakan kebijakan tersebut dalam artikel berjudul Indonesia memblokir akses ke chatbot AI Musk Grok melalui gambar deepfake .

Media berbasis di Qatar itu menekankan alasan pemblokiran yang berkaitan dengan maraknya konten deepfake dan gambar asusila yang dihasilkan oleh Grok.

Laporan-laporan internasional tersebut juga menyinggung kebijakan xAI yang hanya membatasi fitur bermasalah bagi pelanggan berbayar.

Langkah ini menuai kritik dari pejabat Eropa dan aktivis teknologi karena dinilai gagal menjawab kekhawatiran publik soal dampak sosial penggunaan Grok.

Kritik serupa disampaikan Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Pemerintah Inggris menilai kebijakan xAI bukan solusi, melainkan justru menyakiti para korban.

“Hal itu sama dengan mengubah fitur AI untuk pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium. Ini menghina korban misogini dan kekerasan seksual,” kata juru bicara.

Exit mobile version