News  

DPR Soroti Hasil TKA 2025, Nilai Matematika dan Bahasa Inggris Jadi Alarm

DPR Soroti Hasil TKA 2025, Nilai Matematika dan Bahasa Inggris Jadi Alarm
Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA, SMK, MA, dan Paket C Tahun 2025 (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 resmi dirilis, dan angkanya langsung bikin banyak pihak angkat alis. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris yang masih rendah secara nasional dinilai menjadi sinyal bahaya bagi kualitas pembelajaran, sekaligus pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan Indonesia.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil TKA SMA, SMK, MA, dan Paket C Tahun 2025 pada Selasa (23/12/2025). Pengumuman dilakukan secara berjenjang guna menjamin keakuratan data, akuntabilitas, serta sinkronisasi administrasi sebelum hasil diterima satuan pendidikan dan murid.

Hasil TKA disampaikan Kemendikdasmen kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian data. Setelah itu, hasil diteruskan ke satuan pendidikan agar informasi yang diterima murid bersumber dari data resmi dan terhindar dari kesalahan administrasi.

Sejak 23 Desember 2025, satuan pendidikan dapat mengakses Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA) melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id. DKHTKA memuat identitas dan nilai TKA setiap murid yang mengikuti tes. Satuan pendidikan wajib memverifikasi kebenaran data sebelum dicantumkan dalam Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).

Sertifikat Hasil TKA diselenggarakan dicetak dan didistribusikan melalui satuan pendidikan masing-masing mulai 5 Januari 2026, setelah proses verifikasi DKHTKA rampung.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan pengelolaan hasil TKA dilakukan secara tertib dan transparan.

“Pengumuman hasil TKA dilakukan melalui mekanisme resmi dan berjenjang untuk memastikan keakuratan data serta melindungi hak murid. Satuan pendidikan memiliki peran penting dalam mengakses DKHTKA dan menyampaikan informasi hasil TKA kepada murid secara tepat,” ujar Toni.

Ia menambahkan, meski SHTKA baru diterima murid pada awal Januari 2026, satuan pendidikan sudah dapat menyampaikan hasil informasi TKA sejak 23 Desember 2025 melalui DKHTKA agar murid dan orang tua memperoleh informasi resmi dan terverifikasi.

Menurut Toni, hasil TKA menjadi salah satu referensi penting bagi pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah serta menyusun kebijakan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

“Hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau peringkat kepada murid, melainkan sebagai gambaran capaian kemampuan akademik yang dapat dimanfaatkan untuk merancang tindak lanjut pembelajaran yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kemendikdasmen juga mengimbau murid dan orang tua untuk menunggu informasi resmi dari satuan pendidikan dan tidak mempercayai sumber tidak resmi. Laman publik hasil TKA nasional dapat diakses mulai 26 Desember 2025 melalui tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai hasil TKA 2025 harus dijadikan bahan evaluasi serius bagi dunia pendidikan nasional.

“Hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita,” kata Lalu di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Legislator dari Dapil NTB II tersebut penekanan evaluasi harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, baik terhadap tenaga pendidik maupun peserta didik.

“Jika kesalahan atau kelemahan ada pada guru, maka peningkatan kualitas guru harus benar-benar ditingkatkan. Sebaliknya, jika kekurangan ada pada siswa, maka peningkatan kualitas dan pendampingan terhadap siswa juga harus digalakkan,” ujarnya.

Ia secara khusus menyoroti capaian nilai Matematika dan Bahasa Inggris yang dinilai berada pada level yang diterima secara nasional. Oleh karena itu, Komisi X DPR RI mendorong Kemendikdasmen menjadikan hasil TKA sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan ke depan.

“Intinya, hasil TKA ini tidak berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat di masa mendatang,” tegas Lalu.

Exit mobile version