News  

Bertemu PM Sanae Takaichi, Prabowo Subianto Dorong Kolaborasi Baru RI–Jepang

Bertemu PM Sanae Takaichi, Prabowo Subianto Dorong Kolaborasi Baru RI–Jepang
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Presiden RI Prabowo Subianto memulai kunjungan resmi perdananya ke Jepang dengan agenda memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kolaborasi baru antara Indonesia dan Jepang. Dalam lawatan ini, Prabowo dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi serta melakukan kunjungan kenegaraan kepada Kaisar Naruhito.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Haneda pada Minggu (29/3/2026) pukul 19.10 waktu setempat.

Kedatangannya disambut oleh pejabat Jepang, termasuk Menteri Negara Urusan Luar Negeri Jepang Iwao Horii dan Kepala Protokol Negara Tadayuki Miyashita, serta perwakilan Indonesia di Jepang.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang telah terjalin selama 68 tahun di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya.

Setibanya di Tokyo, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam. Di lokasi tersebut, suasana hangat terasa saat puluhan diaspora Indonesia menyambut kedatangannya dengan antusias.

Momen penyambutan berlangsung penuh nuansa budaya. Tiga anak Indonesia mengenakan pakaian tradisional menyerahkan bunga kepada Presiden sebagai simbol kebanggaan dan kerinduan diaspora terhadap tanah air.

Suasana semakin semarak ketika sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang telah lebih dahulu tiba di Jepang turut menyambut bersama diaspora dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan.

Salah satu diaspora, Taufiq, mengaku momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Hari ini pertama kali bertemu langsung dengan Bapak Prabowo Subianto. Rasanya luar biasa, ini akan menjadi core memory bagi saya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ara, seorang perawat yang telah lama menetap di Jepang. Ia mengaku tak menyangka bisa bertemu langsung dengan Presiden, bahkan mendapatkan tanda tangan secara langsung.

Sementara itu, Tiwi, pelajar S3 di Chuo University, berharap kunjungan ini dapat memperluas peluang kerja sama antara Indonesia dan Jepang, khususnya bagi diaspora.

“Harapannya hubungan diplomatik ini membuka lebih banyak kesempatan, baik dalam transfer pengetahuan, investasi, maupun ekonomi,” katanya.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara negara dan warga negara Indonesia di luar negeri.

Pemerintah berharap pertemuan dengan PM Jepang dapat membuka peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan serta memperkuat kemitraan strategis kedua negara ke depan.

Exit mobile version