News  

Beredar Video Dugaan Serpihan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, Basarnas Lakukan Verifikasi

Viral Video Dugaan Serpihan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, Basarnas Lakukan Verifikasi
Dugaan serpihan pesawat ATR 42-500 yang tersebar di media sosial (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Proses pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Sulawesi Selatan terus berlangsung. Di tengah operasi pencarian tersebut, publik dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial yang menampilkan dugaan serpihan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Video yang viral itu menampilkan sejumlah benda yang diduga serpihan pesawat tercecer di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, tepatnya di Puncak Gunung Bulusaraung.

Namun, Basarnas menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian apakah temuan tersebut berkaitan dengan pesawat ATR yang hilang kontak.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian area terjadi menyusul adanya laporan warga terkait dugaan temuan serpihan di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung.

Pesawat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kelurahan Leang-leang, Kabupaten Maros. Meski demikian, hingga saat ini tim SAR belum dapat memastikan keterkaitan serpihan yang ditemukan dengan pesawat ATR yang dimaksud.

“Kami belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR yang hilang kontak,” katanya.

Dalam operasi pencarian ini, sekitar 400 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan untuk melakukan penyisiran di kawasan Leang-leang maupun Gunung Bulusaraung. Posko pencarian tetap dipusatkan di wilayah Leang-leang.

“Posko tetap di sini karena titik merah awal yang kami cek memang memiliki jalur yang tersambung dengan Bulusaraung,” jelasnya.

Selain penyusiran darat, tim SAR juga mengerahkan drone untuk mendukung pencarian dari udara. Namun, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam pengoperasian tersebut.

“Saat drone diterbangkan, kabut cukup tebal dan disertai hujan sehingga jarak pandang sangat terbatas. Kami menunggu kondisi cuaca membaik untuk kembali mendekati titik koordinat terakhir,” ujarnya.

Diketahui, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Informasi awal terkait kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar dari AirNav Makassar pada pukul 13.17 Wita.

Basarnas Makassar mencatat titik koordinat terakhir pesawat berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, tepatnya di koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Wilayah tersebut merupakan kawasan pegunungan dengan medan terjal dan akses yang terbatas.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk kepentingan operasional tertentu.

Hingga kini, otoritas terkait belum memberikan detail misi penerbangan yang dijalankan pesawat saat insiden terjadi.

Basarnas memastikan proses pencarian dan verifikasi temuan di lapangan terus dilakukan secara menyeluruh seiring perkembangan informasi terbaru.

Exit mobile version