News  

Arus Mudik Nataru Mulai Terasa, Kendaraan Keluar Jakarta Tembus 189 Ribu

42 Persen Kendaraan Belum Masuk Jakarta, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi 29 Maret
Ilusrasi suasana mudik Nataru (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Gelombang awal mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mulai terasa. Pada hari pertama pelaksanaan Operasi Lilin 2025, arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat melonjak signifikan, menandai meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur akhir tahun.

Polri mencatat, berdasarkan data Sabtu, 20 Desember 2025, total kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 189.371 unit. Angka tersebut naik 9,20 persen dibandingkan lalu lintas harian rata-rata normal yang berada di kisaran 173.419 kendaraan.

“Kenaikan arus keluar Jakarta sebesar 9,20 persen menunjukkan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat yang meninggalkan wilayah Jabodetabek, seiring pergerakan awal libur akhir pekan dan menjelang masa Natal dan Tahun Baru,” ujar Juru Bicara Polri dalam Operasi Lilin 2025, Kombes Pol. Umi Fadillah, Minggu (21/12/2025).

Tak hanya arus keluar, lalu lintas kendaraan yang masuk ke Jakarta juga mengalami peningkatan. Polri mencatat sebanyak 151.721 kendaraan masuk ke Ibu Kota, atau naik 4,08 persen dibandingkan kondisi normal.

Jika dibandingkan dengan hari pertama Operasi Lilin 2024, arus keluar Jakarta pada tahun ini tercatat meningkat 3,60 persen. Sebaliknya, arus masuk Jakarta justru mengalami penurunan sebesar 1,71 persen.

“Data ini menunjukkan dominasi arus keluar Jakarta pada hari pertama Operasi Lilin 2025. Kondisi ini menjadi perhatian kami untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengaturan lalu lintas, khususnya di gerbang tol utama dan jalur keluar Jakarta,” jelasnya.

Selain pergerakan kendaraan, Polri juga mencatat kabar positif dari sisi keselamatan lalu lintas. Pada hari pertama Operasi Lilin 2025, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 53 kejadian. Angka ini turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 443 kejadian, atau menurun sekitar 88,04 persen.

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan, dari 68 orang pada tahun 2024 menjadi 8 orang pada tahun 2025. Penurunan serupa terjadi pada korban luka berat maupun luka ringan.

“Kami bersyukur angka kecelakaan dan fatalitas menurun secara signifikan. Namun demikian, kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua dan terjadi di jalan non-tol, sehingga kami terus mengimbau masyarakat untuk tertib dan berhati-hati,” kata Kombes Pol. Umi Fadillah.

Ia menambahkan, waktu rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas berada pada pukul 06.00–12.00 WIB dan 12.00–18.00 WIB. Faktor utama penyebab kecelakaan masih didominasi ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas serta kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Polri mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan arus balik Natal dan Tahun Baru 2025 agar mempersiapkan perjalanan dengan matang.

“Pastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, periksa kendaraan sebelum berangkat, manfaatkan rest area untuk beristirahat, serta pastikan saldo uang elektronik mencukupi. Masyarakat juga dapat menghubungkan arus lalu lintas melalui aplikasi Google Maps atau menghubungi call center 1-500-669,” tutupnya.

Polri memastikan pemantauan dan pembaruan informasi lalu lintas akan terus dilakukan selama Operasi Lilin 2025 guna menjaga kelancaran dan keselamatan masyarakat selama masa libur akhir tahun.

Exit mobile version