News  

Antisipasi Lonjakan WNA saat Nataru, DPR Minta Perketat Pengawasan Imigrasi

Antisipasi Lonjakan WNA saat Nataru, DPR Minta Perketat Pengawasan Imigrasi
Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), DPR RI meminta Direktorat Jenderal Imigrasi meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi kedatangan warga negara asing (WNA) sekaligus mencegah potensi pelanggaran keimigrasian dan gangguan keamanan.

Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia menegaskan, akhir tahun hampir selalu diiringi peningkatan arus keluar-masuk WNA ke Indonesia. Oleh karena itu, pengawasan dan pemeriksaan harus diperketat agar tidak terjadi pelanggaran administrasi keimigrasian.

“Jumlah warga negara asing yang masuk ke Indonesia di akhir tahun biasanya meningkat. Imigrasi harus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan agar tidak terjadi pelanggaran administrasi keimigrasian, overstay, dan sebagainya,” ujar Meity dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (17/12/2025).

Menurut Meity, peran Imigrasi sangat strategis dalam menjaga dan keamanan nasional, khususnya pada saat Nataru yang rawan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia mengingatkan, potensi mengacu pada situasi, termasuk peredaran barang haram seperti narkoba, kerap meningkat seiring pergantian malam tahun.

“Kita ingin suasana perayaan Natal dan Tahun Baru di negara kita berlangsung nyaman, tertib, dan aman. Tidak ada gangguan bagi saudara-saudara kita yang merayakan Natal. Begitu pula pergantian Tahun Baru Masehi, agar dirayakan secara tertib dan aman oleh mereka yang merayakannya,” katanya.

Ia menambahkan, pesta pergantian tahun sering menjadi celah terjadinya korupsi. Oleh karena itu, Meity kembali menekankan pentingnya pengawasan ketat di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia.

“Pergantian tahun baru sering dimanfaatkan untuk pesta. Pada saat itulah terdapat potensi yang mendorong narkoba. Kami berharap Imigrasi memperketat pengawasan dan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar negara kita,” jelasnya.

Peringatan tersebut, lanjut Meity, berangkat dari kondisi Indonesia yang pada tahun 2025 sudah berada dalam situasi darurat narkoba. Ia menilai peredaran narkoba telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, bahkan mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

“Saya sudah berkeliling Indonesia mengunjungi lapas dan rutan. Hampir semuanya berisi warga binaan yang terkait narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar, maupun bandar. Kondisi ini sangat mengancam masa depan generasi muda bangsa. Tidak heran jika salah satu visi Presiden adalah memberantas narkoba. Imigrasi harus mendukung upaya ini dengan menjalankan tugas dan fungsi secara optimal dalam pengawasan dan pemeriksaan,” tegasnya.

Di sisi lain, politisi Fraksi PKS tersebut mengapresiasi langkah Imigrasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui aplikasi Seluruh Indonesia. Aplikasi ini mengintegrasikan data keimigrasian, bea dan cukai, kesehatan, serta karantina dalam satu sistem digital berbasis kode Quick Response (QR).

Dengan pemanfaatan aplikasi tersebut, proses kedatangan di bandara diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien. Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah mengimbau masyarakat yang bepergian dari dan ke luar negeri untuk menggunakan aplikasi tersebut selama periode Nataru.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keimigrasian. Semoga di masa depan, pelayanan keimigrasian kita semakin baik,” pungkas Meity.

Exit mobile version