11 MoU Rp648 Triliun Warnai Perjanjian Dagang RI–AS

11 MoU Rp648 Triliun Warnai Perjanjian Dagang RI–AS
Kesepakatan dagang Indonesia-AS (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan bertajuk perjanjian menuju zaman keemasan baru aliansi Indo-AS, yang membuka jalan bagi penguatan perdagangan, investasi, hingga rantai pasok kedua negara.

Penandatanganan berlangsung pada Kamis (19/2/2026) pagi waktu Amerika Serikat di sela pertemuan bilateral. Pemerintah menilai perjanjian tersebut tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga membentuk forum permanen untuk menghentikan potensi distribusi barang dagangan antara kedua negara.

“Pertemuan bilateral kedua negara berlangsung cukup lama, sekitar 30 menit, setelah acara Board of Peace pagi ini. Dokumen perjanjian beserta lampirannya juga dilanjutkan pembahasannya bersama di kantor USTR,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/2/2026).

11 MoU Ditandatangani, Nilai US$38,4 Miliar

Sehari sebelum perjanjian utama ditandatangani, pemerintah terlebih dahulu meneken 11 nota kesepahaman (MoU) sebagai turunan kerja sama perdagangan resiprokal di berbagai sektor.

Airlangga menyebut total nilai MoU mencapai sekitar US$38,4 miliar atau setara Rp648,19 triliun (asumsi kurs Rp16.880/US$). Kerja sama tersebut mencakup sektor pertanian, energi, manufaktur, hingga teknologi.

Adapun daftar MoU meliputi:

  1. MoU Critical Mineral antara Freeport McMoRan dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Indonesia
  2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Halliburton
  3. MoU Jagung antara Sorini Agro Asia dan Cargill
  4. MoU Cotton antara Busana Apparel Group dan US National Cotton Council
  5. MoU Cotton antara Daehan Global dan US National Cotton Council
  6. MoU Shredded Worn Clothing antara Pan Brothers dan Ravel
  7. MoU Furniture antara ASMINDO dan Bingaman dan Son Lumber
  8. MoU Furniture antara HIMKI dan American Hardwood Ekspor Council
  9. MoU Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence
  10. MoU Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Tynergy Technology Group
  11. Pakta Persahabatan Zona Perdagangan Bebas Transnasional antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC

Paket kerja sama tersebut mencakup pengembangan mineral kritis, kelanjutan kerja sama Freeport, pembelian komoditas pertanian seperti jagung dan kapas, penyediaan bahan baku tekstil, sektor furnitur, hingga hilirisasi silika untuk produksi semikonduktor.

Selain itu, terdapat kerja sama antarkawasan industri dan perdagangan dengan perusahaan-perusahaan AS.

Dibentuk Dewan Perdagangan dan Investasi

Salah satu poin strategi dalam kesepakatan adalah pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi. Forum ini diproyeksikan menjadi wadah resmi bagi kedua negara untuk membahas isu perdagangan dan investasi secara menyeluruh.

Menurut Airlangga, mekanisme tersebut disiapkan agar persoalan dagang tidak berkembang menjadi konflik terbuka. Jika terjadi kenaikan tarif atau kebijakan yang berpotensi mengganggu neraca perdagangan, pembahasannya akan diarahkan ke forum tersebut.

Tujuan utamanya adalah membangun kesejahteraan ekonomi bersama melalui rantai pasok yang kuat, sambil tetap menjaga kedaulatan masing-masing negara.

Tarif Produk RI ke AS Nol Persen 

Dalam perjanjian itu, Amerika Serikat menurunkan tarif bagi sekitar 1.819 pos tarif produk Indonesia menjadi 0 persen, mencakup sektor pertanian maupun industri.

Produk yang masuk dalam skema tersebut antara lain minyak sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor hingga pesawat terbang.

Untuk sektor tekstil dan pakaian jadi, Indonesia memperoleh tarif 0 persen melalui mekanisme TRQ ( kuota tarif ), yang dinilai penting bagi industri padat karya dengan jangkauan sekitar 4 juta pekerja.

Pemerintah juga menegaskan perjanjian ini fokus murni pada perdagangan. Pasal non-ekonomi yang sebelumnya mencakup pengembangan reaktor nuklir dan isu Laut China Selatan dicabut.

Di sisi lain, Indonesia memfasilitasi sejumlah produk pertanian AS seperti gandum dan kedelai dengan tarif 0 persen. Kebijakan tersebut diharapkan menekan biaya bahan baku impor sehingga tidak membebani masyarakat melalui produk turunannya.

Danantara Mempersiapkan Pembelian Pesawat dan Impor Energi

Sementara itu, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut sejumlah implementasi kesepakatan berkaitan langsung dengan mandat Danantara dan Kementerian Investasi. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembelian pesawat produksi Boeing.

“Di antara pembelian 50 pesawat Boeing, yang nantinya akan dibicarakan lebih lanjut dengan Boeing. Meskipun sudah ada pembicaraan awal, kami akan melanjutkannya,” ujar Rosan Roeslani.

Selain itu, terdapat kesepakatan impor gas dan minyak mentah senilai sekitar US$15 miliar per tahun. Pemerintah juga membuka peluang investasi pada proyek pipa energi serta sektor minyak dan gas lainnya sebagai bagian dari implementasi kerja sama dagang Indonesia–AS.

Exit mobile version