• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Razia Usai Kaburnya 19 Napi, Polisi Temukan Senjata Tajam dan Puluhan Ponsel di Lapas Nabire

by Firman Marlon
4 Juni 2025
Home Hukum dan HAM
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kepolisian Resor Nabire bersama tim gabungan menggelar razia besar-besaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire, Papua Tengah, pada Selasa malam (3/6). Razia ini merupakan buntut dari kaburnya 19 orang narapidana sehari sebelumnya.

Dalam razia tersebut, tim menemukan sejumlah benda berbahaya seperti potongan besi, parang, dan puluhan unit telepon seluler. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Polres Nabire, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Samuel Tatiratu, dalam keterangan pers yang diterima dari Jayapura, Rabu (4/6).

“Dari hasil razia, kami temukan banyak benda berbahaya, termasuk potongan besi dan parang. Ini sangat memprihatinkan karena bisa membahayakan petugas maupun napi lainnya,” ungkap AKBP Samuel.

Razia ini dilakukan menyusul insiden pelarian 19 narapidana dari Lapas Nabire pada Senin (2/6). Salah satu yang mengejutkan, menurut Samuel, adalah penggunaan senjata tajam saat aksi pelarian berlangsung. Sejumlah narapidana disebut menyerang petugas lapas dengan parang, menyebabkan tiga orang petugas mengalami luka-luka.

“Saat kabur, narapidana menyerang petugas dengan menggunakan parang. Tiga petugas terluka akibat kejadian itu,” jelasnya.

Hingga kini, tiga dari 19 narapidana yang sempat berhasil ditangkap sebelum melewati halaman lapas masih dalam pemeriksaan oleh penyidik. Pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap sisanya yang diduga melarikan diri ke wilayah pegunungan.

Lebih lanjut, AKBP Samuel juga mengungkap identitas narapidana yang kabur. Sebanyak 11 di antaranya diketahui merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang aktif di beberapa wilayah konflik di Papua, yakni Puncak, Puncak Jaya, dan Paniai.

Dari kelompok KKB Puncak Jaya, terdapat tiga nama: Yotenus Wonda, Alison Wonda, dan Tandangan Kogoya. Sementara itu, dari wilayah Puncak tercatat ada enam nama: Alenus Tabuni, Junius Waker, Yantis Murib, Ardinus Kogoya, Pelinus Kogoya, dan Marenus Tabuni. Dua nama lainnya, Anan Nawipa dan Yakobus Nawipa, berasal dari KKB wilayah Paniai.

Sedangkan delapan narapidana lainnya tidak tercatat sebagai anggota KKB, di antaranya adalah Agus Gobay, Yeheskiel Degei, Noak Tekege, Gimun Kogoya, Jenison Gobay, Roy Wonda, Andreas Tekege, dan Salomo Tekege.

Pihak kepolisian dan petugas lapas kini meningkatkan pengamanan dan pengawasan di dalam serta sekitar Lapas Nabire. Langkah-langkah pengetatan termasuk pemeriksaan rutin serta pelarangan barang-barang yang berpotensi menjadi alat pelarian atau senjata tajam.

“Razia akan terus kami lakukan demi memastikan keamanan di dalam lapas, apalagi dengan keterlibatan napi dari jaringan KKB yang dikenal berbahaya,” tutup AKBP Samuel.

Hingga kini, proses pencarian 16 narapidana yang masih buron terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan segera melapor bila menemukan informasi terkait keberadaan para napi yang kabur.

Tags: Nabire

Firman Marlon

Next Post
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani

KP2MI Imbau Calon Pekerja Migran Tempuh Jalur Resmi untuk Hindari Deportasi

Recommended.

Duka Kecelakaan di Tol Pemalang, Tiga Jurnalis TVOne Wafat

Duka Kecelakaan di Tol Pemalang, Tiga Jurnalis TVOne Wafat

31 Oktober 2024
Pemerintah Bentuk Satgas Swasembada Gula di Merauke

Pemerintah Bentuk Satgas Swasembada Gula di Merauke

25 April 2024

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version