• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Guru Yogyakarta Kembangkan Hasil Karya Siswa SMKN 1 Pandak

by Firman Marlon
5 Juni 2024
Home Berita Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

Kabarindonesia.id – Salah salah seorang guru Kompetensi Keahlian Tata Busana, SMKN 1 Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indra Gunawan berhasil mengembangkan hasil karya muridnya agar bisa dimanfaatkan dalam dunia industry garmen lokal di daerah itu.

Salah satu cara mengajar Indra yang terbilang cukup unik ialah dengan menggunakan pakaian karya muridnya. Hal ini ia lakukan untuk mengapresiasi sekaligus mendorong kreativitas para murid dalam proses pembelajaran.

Kebiasaan tersebut dia lakoni sejak tahun 2020 saat kebijakan Merdeka Belajar diluncurkan. “Dengan hal tersebut, murid merasa senang dan meningkatkan sisi kreativitas para murid dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Untuk mengembangkan kompetensi para siswa, lanjut dia SMKN 1 Pandak juga menjalin kerja sama dengan para pelaku dunia usaha dan dunia industri (DUDI), salah satunya dengan melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

“Melalui PKL, para murid kami dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang didapatkan di sekolah. Selain itu, hal yang paling pentingnya adalah mereka dapat menambah wawasan terhadap dunia kerja secara riil, sehingga dapat menambah dan meningkatkan kompetisi serta menanamkan etos kerja yang tinggi,” ucap Indra.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Indra berharap, para muridnya tidak hanya menjadi tenaga kerja di sebuah pabrik, tetapi juga bisa menjadi individu yang memiliki pengetahuan lebih dan siap untuk berkompetisi.

“Mereka bisa menjadi wirausahawan yang bukan hanya sekadar jahit menjahit. Mereka bisa memiliki kesempatan untuk dapat berkarya dan siap untuk berkompetisi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah global,” ujar Indra.

Guru yang telah mengajar di SMKN 1 Pandak sejak tahun 2011 ini mengaku telah berhasil mengoptimalkan manfaat kebijakan Merdeka Belajar.

“Dengan adanya kebijakan Merdeka Belajar, kami dapat memilih dan mengembangkan materi belajar, sesuai dengan karakter dan kearifan lokal yang ada, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih kepada para murid,” ujar Indra Gunawan.

Program Merdeka Belajar

Program Merdeka Belajar yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus menunjukkan dampak positifnya, khususnya bagi pendidikan vokasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Indra merupakan hasil aksi yang diharapkan dari Merdeka Belajar terhadap para pendidik.

”Hal ini sesuai dengan peluncurannya Merdeka Belajar episode ke-15 dengan tema Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, di mana kami (Kemendikbudristek) memberikan wewenang kepada sekolah dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum,”

Selain itu, kata Kiki pembelajaran ini juga disesuaikan dengan karakteristik satuan Pendidikan dan peserta didik.

“Pendidik, dalam hal ini guru, juga dapat mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan dari setiap peserta didik, sehingga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka,” ujar Kiki.

Selain itu, kebijakan Merdeka Belajar ini juga memberikan kesempatan untuk menciptakan kurikulum yang lebih relevan dan interaktif.

Kebijakan ini juga memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih luas kepada peserta didik secara aktif dan eksploratif terhadap isu-isu actual. sehingga dapat mendukung pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menjadikan Merdeka Belajar sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan dan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),

Menurutnya salah satu pengembangan yang berorientasi DUDI seperti yang dilakukan tenaga pengajar SMKN Pandak, Bantul DI Yogyakarta yang salah satunya mengembangkan minat siswa di sektor industri mode atau fashion.

“Oleh karena itu, kami (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi) terus meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan dunia industri, termasuk industri mode yang terus berkembang setiap waktunya di Indonesia,” tambah Kiki.

Dirjen Kiki meyakini, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, para lulusan pendidikan vokasi akan lebih kompetitif dan menjadi profesional di segala bidang pekerjaan yang mereka geluti, termasuk di industri mode.

Sebagai pendidikan yang fokus pada pengembangan keterampilan praktis dan pengetahuan spesifik, Merdeka Belajar telah memberikan kebebasan dan fleksibilitas bagi sekolah, guru, dan murid untuk mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran.

Metode itu pun disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerahnya dalam melakukan stimulasi kreativitas para siswa. (*)

Tags: bantulmerdeka belajaryogyakarta

Firman Marlon

Next Post
Jokowi Minta Optimalkan Pemanfaatan Energi Hijau di IKN

Jokowi Minta Optimalkan Pemanfaatan Energi Hijau di IKN

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Gaji Rp5 Juta Kena Pajak 5 Persen? Ini Penjelasan Menkeu

30 Desember 2023
Bertemu Prabowo, Erick Thohir Laporkan Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026

FIFA Series 2026 Digelar Pekan Ini, Berikut Jadwal Timnas Indonesia

24 Maret 2026

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version