• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Sidoarjo Memanfaatkan Cacing Sebagai Sumber Mata Pencaharian

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

 

KabarIndonesia.id–Bagi sebagian orang cacing merupakan hewan yang menggelikan bahkan menjijikkan. Meski demikian, hewan ini memiliki sejumlah manfaat bagi kehidupan.
Menyadari hal itu, Rudy Dwi Winarko, warga Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo memanfaatkan cacing sebagai sumber mata pencaharian. Ia sudah menekuni budi daya cacing selama tujuh tahun.

Di masa pandemi COViD-19 pemasarannya sempat menurun. Namun budi daya cacing ini omzetnya tetap jutaan Rupiah per bulan.

"Setiap bulannya masih sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta," kata Rudy kepada wartawan di rumahnya, Rabu (11/11).

Sejak 2013, bapak tiga anak ini memutuskan untuk keluar dari rutinitas sebagai buruh pabrik dan menekuni budi daya cacing di rumahnya. Rudy mendapatkan ilmu budi daya cacing saat belajar dari seorang teman di Malang.

"Awalnya kami ke rumah teman di Malang. Kemudian memberanikan diri membuka sendiri budidaya cacing di rumah. Setelah ada hasilnya kami keluar dari pabrik untuk menekuni budi daya ini," tambah Rudy.

Rudy mengaku tidak kesulitan merawat cacing. Cacing cukup ditempatkan di rak bersusun dan diberi media bekas tanaman jamur, serta diberikan pakan 1 kali dalam 2 hari. Pakannya pun murah, yakni berupa sayuran bekas yang terbuang di pasar, yang mudah didapat.

Saat ini Rudy membudidayakan 3 jenis cacing. Yakni lumbricus rubelus yang dijual Rp 90 ribu per kg. Lumbricus foetida yang harganya Rp 80 ribu per kg dan lumbricus peretima yang dijual Rp 60 ribu per kg.

"Cacing ini selain dibuat makanan ikan dan burung, juga dipergunakan untuk industri kosmetik dan obat penyembuh luka, karena mengandung protein yang tinggi," terang Rudy.

Sebelum pandemi COVID-19, dalam satu bulan Rudy bisa memanen sekitar 700 kilogram cacing. Namun kini dirinya hanya bisa memanen 450 hingga 500 kilogram per bulan. Selain dijual dalam bentuk cacing hidup, hasil budi dayanya juga dijual dalam bentuk pupuk.

"Caranya di oven hingga dijadikan tepung cacing. Untuk saat ini saya hanya mampu memenuhi pasar Surabaya, Sidoarjo dan Gresik saja," lanjutnya.

"Karena keterbatasan tenaga dan lahan yang saya miliki. Dari 3 jenis cacing yang dibudi daya, saya mampu mendapatkan penghasilan bagi keluarga sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan," pungkas Rudy.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Tim Mitigasi IDI: Berikan Dukungan Penuh pada Para Tenaga Medis dan Kesehatan

Recommended.

Prabowo Subianto Temui Raja Malaysia, Bahas Potensi Kerja Sama Pertahanan

Prabowo Subianto Temui Raja Malaysia, Bahas Potensi Kerja Sama Pertahanan

9 September 2024
KabarIndonesia.ID

Ini Efek Buruk Jajan Ciki-ciki Ngebul

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version