KabarIndonesia.id — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta PT Nestle Indonesia menghentikan sementara distribusi dan importasi produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 menyusul adanya peringatan keamanan pangan internasional terkait potensi cemaran bahan baku.
Penghentian sementara tersebut berlaku untuk produk dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, langkah ini diambil berdasarkan notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) serta The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) .
“Penarikan produk berhubungan dengan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produksi susu,” kata Taruna dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (15/1/2026).
Taruna mengungkapkan, berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, susu formula bayi produksi Nestle Suisse SA – Pabrik Konolfingen, Swiss, juga masuk ke pasar Indonesia.
Meski demikian, hasil pengujian terhadap dua produk terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi.
Namun demikian, BPOM tetap meminta masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets tersebut untuk menghentikan penggunaan sementara atau mengembalikannya ke tempat pembelian.
“BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, mengingat potensi bahaya pengguna produk formula tersebut (bayi),” ujarnya.
Taruna menjelaskan, toksin cereulide merupakan racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas dan tidak dapat dihancurkan melalui penyeduhan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.
Ia menyebutkan, dampak paparan toksin ini umumnya muncul cepat, sekitar 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi, dengan gejala seperti muntah hebat atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.
Meski demikian, BPOM menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Pengawasan pra-pasar dan pasca-pasar tetap dilakukan secara ketat, termasuk koordinasi yang intensif dengan otoritas pengawas pangan internasional.
“Masyarakat tetap bisa menggunakan produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain 51530017C2 dan 51540017A1,” ucap Taruna.
Sementara itu, dalam keterangan terpisah, Nestle Indonesia menyatakan seluruh produk yang diproduksi di dalam negeri aman untuk dikonsumsi dan telah memenuhi standar keamanan pangan nasional maupun internasional.
“Hal ini juga telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif,” tulis Nestle Indonesia dalam siaran pers yangdikutip Kamis (15/1/2026).
Nestle Indonesia mengakui terdapat dua batch produk impor dari Swiss ke Indonesia yang dinilai berpotensi terdampak, yakni Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1 .
Berdasarkan hasil uji internal, kedua batch tersebut dinyatakan tidak terdeteksi terkontaminasi toksin cereulide.
Namun, sejalan dengan permintaan BPOM yang diumumkan pada 14 Januari 2026, Nestle Indonesia menyatakan telah menghentikan sementara distribusi dan impor produk tersebut, serta melakukan pelepasan sukarela di bawah pengawasan BPOM.
Nestle Indonesia juga mengimbau konsumen yang memiliki produk dengan nomor batch yang dimaksudkan untuk menghubungi layanan konsumen melalui 0800 182 1028 atau email nestle.indonesia@id.nestle.com












