KabarIndonesia.id — Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra masih menyisakan tantangan besar, terutama di sektor kesehatan. Hingga kini, sekitar 300 ribu warga terpaksa mengungsi di lebih dari 1.000 titik pengungsian, banyak di antaranya berada di daerah terpencil dengan akses yang sangat terbatas.
Kondisi tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers usai kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah Sumatera, Jumat (2/1/2026).
Menkes menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar penanganan dampak bencana dilakukan secara cepat dan melibatkan seluruh elemen bangsa melalui semangat gotong royong.
“Presiden Prabowo menekankan bahwa kita harus membantu dengan cepat, lalu bergotong royong bersama karena ini adalah masalah kita bersama. Indonesia kuat karena modal sosialnya,” ujar Menkes.
Bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera berdampak signifikan terhadap layanan kesehatan. Tercatat, sebanyak 87 rumah sakit terdampak, dengan sembilan rumah sakit sempat tidak beroperasi. Namun berkat dukungan lintas sektor, seluruh fasilitas tersebut kini kembali melayani masyarakat.
“Dalam waktu dua minggu, dengan bantuan semua pihak, seluruh rumah sakit yang terdampak sudah bisa beroperasi kembali,” kata Menkes.
Tak hanya rumah sakit, dampak bencana juga dirasakan di tingkat layanan dasar. Sebanyak 867 puskesmas terdampak, dengan sekitar 180 puskesmas sempat berhenti beroperasi. Hingga saat ini, masih tersisa empat puskesmas di Aceh yang belum pulih akibat kerusakan berat dan timbunan lumpur.
Menkes juga menyoroti beratnya tantangan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Dari total pengungsi, sekitar 300 ribu jiwa tersebar di lebih dari 1.000 titik, termasuk 76 desa terpencil dengan akses yang sangat sulit.
“Ada daerah yang hanya bisa ditempuh dengan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sampai enam jam. Ini yang terus menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan melakukan rotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 tenaga berasal langsung dari Kemenkes, dengan dukungan sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.
“Setiap dua minggu kami melakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,” jelas Menkes.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga mengapresiasi peran PMI dalam mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. Ia menilai kolaborasi pemerintah, PMI, dan para mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan pascabencana.
Ke depan, Menkes menyebut pemulihan empat puskesmas yang masih terdampak berat membutuhkan dukungan alat berukuran kecil agar dapat menjangkau area fasilitas yang tertimbun lumpur.
“Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” tutupnya.














