• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Dari Diare hingga ISPA, Kemenkes Antisipasi Penyakit Pascabencana di Sumatera dan Aceh

by Gusti
3 Desember 2025
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 19–25 November 2025 tidak hanya menyisakan kerusakan fisik. Di balik banjir, longsor, dan angin puting beliung yang memutus komunikasi serta melumpuhkan layanan kesehatan, muncul ancaman lain yang tak kalah serius: mentransmisikan penyakit menular yang mengintai para penyalin.

Kondisi pengungsian yang padat, sanitasi yang buruk, dan akses air bersih terbatas menjadi “panggung sempurna” bagi penyakit untuk berkembang. Mulai dari diare, ISPA, infeksi kulit, hingga penyakit berbasis lingkungan lainnya berpotensi meningkat setiap hari jika tidak segera ditangani.

Melihat situasi ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat memperkuat respon kesehatan di wilayah terdampak bencana. Distribusi logistik dan mobilisasi tenaga kesehatan langsung dipercepat agar masyarakat tetap mendapat layanan medis meskipun aktivitas harian gangguan bencana.

Kemenkes Kirimkan Logistik Kesehatan dan Alkes

Untuk mencegah tersebarnya penyakit, Kemenkes mengirimkan sejumlah kebutuhan esensial, meliputi:

  • Obat-obatan penting
  • Pangan tambahan untuk ibu hamil
  • Pangan tambahan untuk balita
  • Konsentrator oksigen
  • Peralatan kesehatan lainnya

Pengiriman ini penting karena banjir dan longsor meningkatkan risiko penyakit seperti leptospirosis, diare akut, hingga demam berdarah dengue (DBD). Sementara distribusi obat di lokasi bencana sering terkendala akses dan cuaca.

Logistik tersebut didistribusikan ke posko pengungsian, fasilitas kesehatan yang masih beroperasi, hingga layanan mobile yang bergerak ke daerah-daerah terpencil.

Tenaga Kesehatan Dikerahkan ke Lokasi Bencana

Selain logistik, Kemenkes menurunkan tenaga tambahan kesehatan, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga ahli epidemiologi.

Tenaga kesehatan lingkungan memastikan udara bersih, sanitasi, dan pengelolaan limbah tetap terjaga. Sementara para ahli epidemiologi mengamati potensi peningkatan kasus penyakit agar respon dapat dilakukan lebih cepat.

Seluruh puskesmas dan rumah sakit di daerah terdampak juga disiagakan untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Empat Kelompok Penyakit yang Rawan Meningkat

Kemenkes mengidentifikasi empat kategori penyakit yang sangat berpotensi muncul pascabencana:

  1. Penyakit berbasis udara (waterborne)
    Termasuk diare, kolera, dan hepatitis A akibat kontaminasi udara.
  2. Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi (foodborne)
    Biasanya muncul karena dapur umum dan sanitasi makanan yang kurang higienis.
  3. Penyakit pernapasan
    Seperti ISPA, pneumonia, hingga eksaserbasi PPOK akibat lingkungan pengungsian yang padat.
  4. Penyakit menular melalui langsung
    misalnya infeksi kulit, scabies, dan penyakit infeksi lainnya.

Kondisi bencana juga dapat melemahkan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes akibat stres dan keterbatasan obat.

Akses Layanan Kesehatan Jadi Tantangan

Dalam masa krisis, layanan kesehatan sering terganggu karena fasilitas terdampak bencana. Oleh karena itu, Kemenkes memperkuat:

  • Layanan kesehatan mobile
  • Posko kesehatan di daerah pengungsian
  • Suplai obat yang berkelanjutan
  • Pengawasan sanitasi oleh tenaga kesehatan lingkungan

Studi International Journal of Disaster Risk Reduction menunjukkan bahwa respon yang cepat dapat menurunkan risiko kematian secara signifikan. WHO juga menegaskan bahwa intervensi pengendalian penyakit berbasis lingkungan harus dilakukan dalam 72 jam pertama agar wabah besar bisa dicegah.

Langkah Penting untuk Cegah Lonjakan Penyakit

Beberapa strategi tambahan yang terus diperkuat meliputi:

  • Peningkatan akses air bersih dan sanitasi , termasuk klorinasi dan distribusi air bersih
  • Pengawasan penyakit secara real-time agar kasus baru cepat terdeteksi
  • Pendidikan kesehatan untuk menjaga kebersihan diri, etika batuk, serta pemilihan makanan
  • Menjaga nutrisi kelompok rentan , seperti balita dan ibu hamil melalui pangan tambahan

Upaya ini memastikan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada kerusakan fisik, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Tags: Banjir SumateraBencana AlamBencana HidrometeorologikemenkesPenanganan BencanaPenyebaran penyakit

Gusti

Next Post
Viral Air Danau Singkarak Jernih Kebiruan di Tengah Banjir Sumatra

Viral Air Danau Singkarak Jernih Kebiruan di Tengah Banjir Sumatra

Recommended.

KabarIndonesia.ID

10 Ribu Warga Aceh Timur Mengungsi Akibat Banjir

30 Desember 2023
Polresta Cirebon Tetapkan Dua Tersangka Longsor Gunung Kuda

Dua Tersangka Longsor Tambang Gunung Kuda Ditahan, 19 Pekerja Tewas

2 Juni 2025

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version