• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Waspadai Kanker Serviks, Puskesmas Didorong Tingkatkan Skrining

by Firman Marlon
12 Desember 2024
Home Daerah Jawa Bali
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kanker serviks, atau kanker leher rahim, menjadi perhatian serius di Kabupaten Rembang. Sebagai penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara, kasus ini kerap dianggap sebagai fenomena gunung es, di mana jumlah yang tercatat jauh lebih kecil dibandingkan dengan realitas di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofi’i, mengungkapkan pentingnya meningkatkan kesadaran dan deteksi dini terkait penyakit ini.

Sejak Januari hingga November 2024, tercatat ada 74 kasus kanker serviks di Kabupaten Rembang. Namun, jumlah ini diyakini jauh dari angka sebenarnya karena pencatatan dan pelaporan yang dinilai masih belum optimal.

“Kami minta Puskesmas mencermati ini. Saya yakin masih ada penderita kanker serviks di wilayahnya masing-masing,” ujar dr. Ali dalam rapat koordinasi menuju eliminasi kanker leher rahim dan pengendalian HIV/AIDS di Hotel Pollos, Kamis (05/12/2024).

Fenomena gunung es menggambarkan situasi di mana kasus yang terdeteksi hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan jumlah penderita.

Di Kabupaten Rembang, banyak Puskesmas mencatatkan angka temuan kasus kanker serviks yang nol, yang menunjukkan rendahnya capaian skrining.

Data menunjukkan bahwa Puskesmas Kragan 2 mencatatkan skrining tertinggi, yaitu hanya 0,65 persen dari target.

Berdasarkan standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 70 persen wanita harus menjalani skrining kanker serviks. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI meningkatkan target menjadi 75 persen.

Kabupaten Rembang masih jauh dari target tersebut, menandakan perlunya perhatian dan upaya yang lebih serius dari semua pihak.

Menyadari rendahnya cakupan skrining, dr. Ali Sofi’i menekankan perlunya langkah-langkah konkret untuk mengantisipasi risiko kanker serviks.

Salah satu upaya pencegahan utama adalah deteksi dini melalui skrining, yang memungkinkan identifikasi dini kasus kanker serviks sehingga dapat segera ditangani.

Selain itu, vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) juga menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari infeksi yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.

“Hari ini, kami khusus menyampaikan terkait kanker serviks dengan harapan ada tindak lanjut upaya yang sungguh-sungguh dari teman-teman Puskesmas, untuk meningkatkan capaian dan cakupan skrining, untuk melindungi masyarakat dari bahaya kanker serviks,” jelas dr. Ali.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, menambahkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang wajib dilindungi.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. “Kesehatan ini merupakan hal yang harus dilindungi.

Jadi, tidak bisa diabaikan oleh suatu lembaga atau negara, sehingga tidak boleh ada penduduknya yang menderita sakit tanpa diawasi dan diberi jaminan oleh negara,” tegasnya.

Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan skrining kanker serviks. Upaya ini memerlukan komitmen dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sendiri.

Berdasarkan investigasi, rendahnya capaian skrining kanker serviks di Kabupaten Rembang disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini.

Banyak wanita yang enggan menjalani skrining karena takut atau kurang memahami prosedur yang sebenarnya aman dan sederhana.

Kedua, keterbatasan sumber daya di Puskesmas menjadi tantangan tersendiri. Jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, kurangnya pelatihan terkait skrining, dan minimnya fasilitas yang memadai membuat Puskesmas kesulitan mencapai target.

Ketiga, stigma dan mitos yang masih melekat di masyarakat turut menjadi penghambat. Beberapa masyarakat percaya bahwa kanker serviks hanya menyerang wanita yang tidak menjaga kebersihan atau memiliki riwayat hubungan seksual yang tidak sehat, padahal kenyataannya infeksi HPV dapat terjadi pada siapa saja.

Menghadapi fenomena ini, langkah nyata diperlukan untuk meningkatkan cakupan skrining kanker serviks. Sosialisasi masif mengenai pentingnya deteksi dini harus digalakkan, baik melalui kampanye di media massa maupun edukasi langsung di masyarakat.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan bahwa Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk mendukung pelaksanaan skrining. Pelatihan bagi tenaga kesehatan juga harus ditingkatkan agar mereka lebih percaya diri dalam melayani masyarakat.

Vaksinasi HPV juga perlu diperluas cakupannya, terutama di kalangan remaja dan wanita muda sebagai langkah preventif yang efektif. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan organisasi masyarakat untuk menggalakkan vaksinasi ini.

Fenomena gunung es kanker serviks di Kabupaten Rembang menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian semua pihak.

Dengan meningkatkan cakupan skrining, menggalakkan vaksinasi HPV, dan mengedukasi masyarakat, diharapkan angka kasus kanker serviks dapat ditekan.

Kesehatan adalah hak asasi manusia, dan setiap individu berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang memadai.

Pemerintah bersama masyarakat perlu bergandengan tangan untuk mewujudkan visi eliminasi kanker serviks demi masa depan yang lebih sehat.

(Sumber: kabarjawa.com)

Tags: jawa tengahKanker ServiksPuskesmastingkatkan Skrining

Firman Marlon

Next Post
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif

Recommended.

2.752 WNI Melapor ke KBRI Phnom Penh, Minta Dipulangkan ke Indonesia

2.752 WNI Melapor ke KBRI Phnom Penh, Minta Dipulangkan ke Indonesia

30 Januari 2026
Hari Pers Nasional, Anggota DPR Minta Presiden Prabowo Jamin Keamanan Jurnalis

MK Tegaskan Proses Pidana terhadap Wartawan Berpotensi Kriminalisasi Pers

20 Januari 2026

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
Presiden Prabowo Lantik Ketua Harian dan Anggota Dewan Energi Nasional

Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Harian, Ini Daftar Lengkap Dewan Energi Nasional

28 Januari 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version