News  

Tak Perlu Panik, Begini Upaya Pencegahan Penularan Pneumonia!

KabarIndonesia.ID

KabarIndonesia.id — Menyusul penyebaran undefined pneumonia di China, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Imran Pambudi mengatakan, masyarakat sebaiknya justru meningkatkan kewaspadaan diri terlebih bila melakukan perjalanan ke luar negeri.

Tiongkok saat ini mengalami ancaman serius penyebaran undefined pneumonia yang mulai merebak sejak November 2023. Selain Tiongkok, penyakit radang paru-paru ini juga dilaporkan terjadi di Eropa. Penularan penyakit ini didominasi pada anak-anak.

Menurut dr. Imran, pneumonia yang saat ini merebak di Tiongkok pada prinsipnya sama dengan pneumonia yang terjadi di masyarakat, yakni disebabkan oleh infeksi bakteri. Hanya saja, berdasarkan laporan epidemiologi, kebanyakan kasus pneumonia di sana disebabkan oleh mycoplasma pneumoniae.

Mycoplasma merupakan bakteri penyebab umum infeksi pernapasan (respiratory) sebelum COVID-19. Bakteri ini diketahui memiliki masa inkubasi yang panjang. Karena itu, penyebarannya tidak secepat virus penyebab pandemi COVID-19, sehingga tingkat fatalitasnya rendah.

Meski begitu, Pemerintah telah melakukan langkah mitigasi untuk menagantisipasi merebaknya mycoplasma pneumonia di Indonesia. Salah satunya, menerbitkan Surat Edaran Nomor : PM.03.01/C/4732/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.

Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan komitmen seluruh masyarakat agar pengendalian pneumonia lebih optimal. 

World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar masyarakat mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi resiko penyakit pernapasan yakni:

1. Melakukan vaksin untuk melawan influenza, COVID-19, dan patogen pernapasan lainnya jika diperlukan;

2. Tidak melakukan kontak atau menerapkan jaga jarak aman dengan orang yang sakit;

3. Memastikan memiliki ventilasi yang baik, 

4. Membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan memakai sabun antiseptik dan air mengalir;

5. Apabila merasa kurang enak badan atau sakit, sebaiknya tidak keluar rumah dan tetap menggunakan masker dengan baik serta benar.

“Segera ke fasyankes terdekat jika ada tanda gejala, batuk dan/atau kesukaran bernapas disertai dengan demam,” kata dr. Imran.