• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Liputan MBG Berujung Penganiayaan, Misteri Dapur Penyebab Keracunan Disorot

by Firman Marlon
1 Oktober 2025
Home Hukum dan HAM
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diguncang persoalan. Kali ini bukan terkait mutu makanan, melainkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan pekerja dapur terhadap seorang jurnalis. Munir, wartawan media daring, menjadi korban setelah diduga dianiaya oleh seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Insiden itu bermula saat Munir tengah meliput kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SDN 01 Gedong pada Selasa (30/9) pagi. Ia bersama rekannya dari sebuah stasiun televisi menelusuri sumber makanan yang diduga menyebabkan insiden tersebut. Penelusuran membawa mereka ke SPPG Gedong 2. Namun, bukannya memperoleh informasi, keduanya justru dilarang masuk untuk menyaksikan proses pengolahan makanan.

Setelah mengetahui bahwa makanan yang diduga bermasalah berasal dari SPPG Gedong 1, Munir dan rekannya bersiap meninggalkan lokasi. Pada saat itulah sebuah mobil pengangkut makanan tiba di SPPG Gedong 2. Sesuai tugas jurnalistiknya, Munir merekam momen tersebut dari luar area gedung.

Tindakan itu memicu reaksi keras dari seorang pegawai berusia lanjut. “Begitu saya ambil video, langsung dilarang. Saya jelaskan bahwa saya berada di area publik, jadi tidak ada dasar untuk melarang,” tutur Munir.

Namun penjelasan tersebut tak meredakan situasi. Pegawai itu justru semakin agresif. “Saya hendak beranjak pergi ke SPPG Gedong 1, tiba-tiba dia mengepalkan tangan dan mencoba memukul, lalu mencekik saya,” ungkap Munir. Rekan Munir dari televisi swasta pun nyaris menjadi sasaran serangan saat berupaya melerai.

Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya serius. Mengapa seorang pekerja dapur begitu represif hingga berani melarang peliputan dan melakukan kekerasan fisik? Apakah ada sesuatu yang sengaja ditutupi di balik dapur SPPG tersebut?

Munir menyatakan akan melaporkan dugaan penganiayaan ini kepada pihak kepolisian. Insiden tersebut menambah daftar panjang kontroversi program MBG, yang sebelumnya sudah tercoreng kasus keracunan massal.

Kasus ini kini bukan hanya soal kualitas pangan. Ia menjelma menjadi isu transparansi, akuntabilitas, dan potret arogansi yang kian mencoreng wajah salah satu program prioritas pemerintah.

Tags: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Firman Marlon

Next Post
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir

Isi Pertemuan Prabowo dan Presiden FIFA Terungkap, Erick Thohir Angkat Bicara

Recommended.

Pemerintah Bentuk Satgas Swasembada Gula di Merauke

Pemerintah Bentuk Satgas Swasembada Gula di Merauke

25 April 2024
BMKG Prediksi Hujan Masih Terjadi Hingga Februari

Cuaca Ekstrem Diprediksi Masih Terjadi Saat Mudik Lebaran

27 Maret 2024

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version