• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Bahlil: Tanpa Hilirisasi, Indonesia Berisiko Alami Kutukan SDA

by Gusti Ridani
13 Februari 2026
Home Kabar Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Pemerintah terus mendorong hilirisasi sebagai strategi mempercepat transformasi ekonomi menuju target Indonesia Emas 2045.

Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, hilirisasi menjadi kunci agar kekayaan sumber daya alam benar-benar menghasilkan kemakmuran, bukan justru membawa risiko “kutukan” bagi negara.

“Hilirisasi ini adalah anak tangga untuk suatu negara berkembang menjadi negara maju. Kalau ini tidak kita lakukan, kita akan menjadi yang namanya negara kutukan sumber daya alam,” kata Bahlil saat memberikan kuliah umum di Jakarta, dikutip Jumat (13/2/2026).

Bahlil menambahkan, industrialisasi dan hilirisasi merupakan syarat yang tak bisa ditawar bagi negara berkembang jika ingin naik kelas menjadi negara maju.

Ia menilai, tanpa penguatan industri pengolahan, negara kaya sumber daya akan sulit keluar dari ketergantungan ekspor bahan mentah.

“Dalam teori ekonomi tidak ada suatu negara pun yang memiliki sumber daya alam yang banyak dari negara berkembang menjadi negara maju tanpa ada industrialisasi dan hilirisasi. Gak ada itu,” tegasnya.

Ia juga menyinggung dampak hilirisasi terhadap peningkatan nilai komoditas ekspor, yang menurutnya terbukti signifikan.

Bahlil mencontohkan komoditas nikel, yang nilai ekspornya melonjak setelah kebijakan larangan ekspor diberlakukan.

“Dampak hilirisasi terhadap nilai tambah produk nikel mencapai 10%. Tahun 2017 ekspor produk turunan nikel tercatat sebesar USD3,3 miliar, setelah diberlakukan kebijakan larangan ekspor nikel pada tahun 2020 nilai ekspor nikel meningkat menjadi USD33,9 miliar,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Bahlil turut memberi contoh negara-negara yang berhasil menjadi maju karena konsisten membangun industrialisasi dan hilirisasi, termasuk dengan kebijakan proteksi dan penguatan kandungan lokal.

“Pada abad ke 16 ketika Inggris menguasai industri sebagai bahan baku tekstil? Apakah dia melakukan ekspor bahan baku? Gak ada. Amerika pada abad 19, dia menerapkan pajak impor 45%, tujuan apa? membangun industrinya di dalam negeri. Tiongkok pada tahun 80-an boleh investasi masuk, boleh industri masuk, tapi TKDN 88%. Finlandia 60% sampai 70% Foreign Direct Investment (FDI)-nya harus saham dalam negeri, dan kemudian mereka menjadi negara hebat,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Bahlil tekanan hilirisasi harus dijalankan dengan prinsip keadilan, agar manfaatnya dirasakan merata oleh berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha lokal, masyarakat, pemerintah, hingga investor.

“Hilirisasi itu harus berkeadilan. Adil bagi pengusaha lokal, adil bagi masyarakat, adil bagi pemerintah pusat, adil bagi investor. Kolaborasi ini yang baru bisa kita lakukan untuk mencapai apa disebut dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, adil dan merata. Kalau ini mampu kita lakukan, inilah yang menjadi cita-cita para founding father kita untuk berdikari dalam membangun bangsa dan negara,” tuturnya.

Tags: Bahlil LahadaliaHilirisasiHilirisasi IndustriHilirisasi PertambanganIndonesia Emas 2045Menteri ESDMProyek Hilirisasi

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Prabowo Jawab Kritik MBG dan Klaim Sudah Jangkau 60 Juta Penerima

Prabowo Jawab Kritik MBG dan Klaim Sudah Jangkau 60 Juta Penerima

Recommended.

Meski Tekanan Global Meningkat, KSSK Pastikan Ekonomi RI Tetap Tangguh

Meski Tekanan Global Meningkat, KSSK Pastikan Ekonomi RI Tetap Tangguh

28 Januari 2026
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar

Wamenekraf Dorong Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan untuk Perlindungan Pekerja Ekonomi Kreatif

8 Mei 2025

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version