KabarIndonesia.id — Gelombang banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya menghancurkan rumah serta infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan di media sosial. Dari timeline, yang biasanya dipenuhi hiburan ringan, tiba-tiba muncul satu wacana yang jadi arus besar, yakni patungan membeli hutan.
Dorongan itu meledak setelah Pandawara Group mengunggah pesannya di Instagram. Kelompok pegiat lingkungan dengan 4,1 juta pengikut itu membagikan ide yang sederhana namun menggetarkan banyak orang.
“Lagi ngelamun. Tiba-tiba aja kepikiran bagaimana kalau masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan,” tulis akun @pandawaragroup, Kamis (4/12/2025).
Unggahan itu langsung viral. Ratusan ribu orang menekan tombol suka, puluhan ribu lainnya ikut dan membagikan. Sejumlah akun terverifikasi muncul di kolom komentar, termasuk artis Denny Sumargo, yang menambah sorotan pada wacana tersebut.
Ide yang terkesan “konyol” itu lahir dari kejadian yang memilukan, banjir bandang dan longsor yang membawa gelondongan kayu berukuran besar, diduga akibat pembalakan liar di hutan Sumatra. Kesaksian warga mengenai kayu-kayu yang rapi terpotong dan bahkan bernomor semakin memperkuat dugaan deforestasi masif yang berlangsung lama.
Hujan deras memang menjadi pemicu banjir, namun warganet melihat permasalahannya jauh lebih dalam. Menurut mereka, bencana kali ini bukan sekadar urusan cuaca ekstrem, tapi cerminan dari kerusakan hutan yang telah bertahun-tahun berlalu. Ketika ribuan batang kayu hanyut di arus banjir, warganet merasakan tanda bahaya itu sudah terlalu jelas untuk diacuhkan.
Di berbagai platform, ajakan patungan bermunculan, serius tapi juga penuh sindiran.
“Sudah ada donasi terbuka untuk patung beli hutan belum? Patungan sedikit-sedikit bisalah saya,” tulis salah satu pengguna di Thread.
Yang lain menambahkan, “Ngeliat donasi untuk Sumatra di Kitabisa tembus 8M, rasanya pergerakan rakyat ini nggak ada yang nggak mungkin kalau kita jalan bareng. Optimis banget kita bisa patungan bebasin lahan untuk konservasi hutan bareng-bareng.”
Gerakan yang awalnya hanya lamunan itu berubah semakin konkret. Dua influencer, Denny Caknan dan King Abdi, bahkan menyatakan siap urunan Rp1,5 miliar, masing-masing Rp1 miliar dan Rp500 juta, demi menjaga hutan Indonesia.
Gelondongan kayu dari balik banjir seolah menjadi bukti yang tak bisa dibantah, hutan sedang rusak, dan dampaknya kini menghantam warga Sumatra.
Ajakan Pandawara Group pun berkembang menjadi gerakan moral yang semakin luas, simbol bahwa publik tak lagi mau pasif ketika alam dirampas.












