KabarIndonesia.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan sejumlah capaian program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut telah dijalankan selama satu setengah tahun terakhir. Mulai dari pembangunan jembatan gantung, renovasi ribuan sekolah, hingga penguatan ekonomi dan kehidupan sosial-keagamaan, pemerintah menegaskan seluruh kebijakan diarahkan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Teddy, komitmen utama pemerintahan Prabowo adalah memastikan negara hadir di tengah rakyat, terutama saat masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.
“Seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya menghadapi kesulitan sendiri. Negara hadir, bekerja, dan berpihak kepada rakyat,” jelas Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan, kehadiran negara diwujudkan melalui berbagai program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari percepatan pembangunan, pemerataan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan sosial.
“Pemerintah terus memastikan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke tingkat paling kecil, di desa, dusun, hingga dukuh. Melalui berbagai program percepatan pembangunan, pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.
Dalam keterangannya, Teddy menyebut salah satu capaian pemerintah di sektor pendidikan adalah pembangunan 218 jembatan gantung yang diselesaikan dalam waktu 2,5 bulan.
Infrastruktur ini ditujukan untuk mempermudah akses anak-anak ke sekolah, terutama di wilayah yang harus melintasi sungai.
“Sehingga anak-anak kini dapat menyeberang sungai menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus melepas sepatu,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan renovasi lebih dari 16.000 sekolah dan toilet pada tahun pertama pemerintahan.
Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, sehat, dan aman bagi para siswa di berbagai daerah.
“Renovasi lebih dari 16.000 sekolah dan toilet dalam satu tahun pertama pemerintahan, guna menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, sehat, dan aman bagi para siswa di berbagai daerah,” imbuhnya.
Selain pembenahan fasilitas fisik, pemerintah juga disebut memberi perhatian pada lingkungan digital anak. Salah satu kebijakan yang disorot adalah implementasi PP TUNAS (Tunggu Anak Siap) untuk mendorong ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak.
Di sektor ekonomi, Teddy mengatakan pemerintah terus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program “Gentengisasi” yang ditujukan untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
“Program ‘Gentengisasi’ sebagai upaya memperkuat pelaku UMKM lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Panen raya udang di lahan seluas 200 hektare yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan di Nusakambangan dan Kendal sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan produktif,” pungkasnya.
Pada aspek sosial dan keagamaan, Teddy juga menyoroti dukungan pemerintah terhadap masyarakat Aceh. Bentuk dukungan itu antara lain melalui penyaluran 70.000 Al-Qur’an dan bantuan 3.000 ekor sapi untuk mendukung tradisi Meugang.
“Penguatan kehidupan sosial dan keagamaan, antara lain melalui penyaluran 70.000 Al-Qur’an serta dukungan 3.000 ekor sapi untuk tradisi Meugang di Aceh,” ungkap Seskab.
Pemaparan ini, menurut Teddy, menjadi gambaran bahwa program-program pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta dukungan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di berbagai daerah.












