Seluruh Jenazah Pekerja Freeport yang Terjebak di Tambang Grasberg Ditemukan dan Dievakuasi

Tim Tanggap Darurat Freeport Evakuasi Korban Tambang Grasberg.

KabarIndonesia.id — Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh jenazah pekerja yang terjebak akibat luncuran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika, Minggu (5/10) malam hingga Senin (6/10) dini hari.

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, menyampaikan bahwa lima jenazah telah dibawa ke Timika. Empat di antaranya akan diterbangkan ke Jakarta, sedangkan satu jenazah akan dimakamkan di Kuala Kencana. “Semuanya sudah dibawa ke Timika tadi pagi. Satu orang dikubur di Kuala Kencana, sedangkan empat orang diterbangkan ke Jakarta hari ini juga,” ujarnya.

Keempat jenazah yang akan dibawa ke Jakarta adalah Victor Manuel Bastida Ballesteros (ekspatriat asal Chili), Balisang Telile (ekspatriat asal Afrika), Holong Gembira Silaban, dan Dadang Hermanto. Sementara itu, jenazah Zaverius Magai akan dimakamkan di Kuala Kencana.

Kelima pekerja tersebut merupakan karyawan PT Redpath Indonesia, perusahaan kontraktor PT Freeport di area tambang bawah tanah. Menurut Iptu Firman, jenazah terakhir yang ditemukan oleh tim tanggap darurat adalah Holong Gembira Silaban dan Zaverius Magai, yang tiba di RS Tembagapura sekitar pukul 03.00 WIT.

Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung ditangani tim dokter dari Bidang Dokkes Polda Papua untuk proses identifikasi. AKBP dr Mansyuri SPFM, Kabid Dokkes Polda Papua, memimpin proses identifikasi bersama tim medis RS Tembagapura.

Firman menambahkan, seluruh jenazah dilaporkan masih utuh. “Dari laporan yang kami terima, mereka hanya terjepit di antara lumpur-lumpur yang masuk ke area tambang bawah tanah,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan para pekerja. “Kehilangan ini membawa duka yang mendalam bagi kita semua. Atas nama pribadi dan perusahaan, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan dan ketabahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Penemuan jenazah kelima pekerja ini menjadi langkah penting dalam proses pencarian korban sejak peristiwa terjadi pada 8 September 2025 malam. Tony Wenas menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia memberikan pendampingan penuh bagi keluarga korban, sekaligus mendukung proses identifikasi secara maksimal.

Sebelumnya, dua pekerja PT Cita Contract juga ditemukan meninggal pada 20 September 2025, menambah daftar korban dalam insiden di tambang bawah tanah Grasberg tersebut.

Exit mobile version