KabarIndonesia.id — Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih merayakan Idulfitri 1447 Hijriah/Masehi 2026 secara sederhana. Imbauan itu disampaikan di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak bencana di sejumlah daerah, serta situasi global yang dinilai berpotensi memberi tekanan ke dalam negeri.
Arahan tersebut ditegaskan kembali oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menyetujui hasil Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu.
Pemerintah, kata dia, telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga agar pelaksanaan open house maupun halalbihalal tidak dilakukan secara berlebihan.
“Kami mengimbau untuk tidak berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halalbihalal,” ujar Mensesneg dalam pernyataannya di Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).
Prasetyo menjelaskan, imbauan tersebut berangkat dari pertimbangan kemanusiaan dan situasi nasional saat ini. Menurut dia, masih banyak masyarakat yang berada dalam kondisi belum pulih akibat bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Di sisi lain, dinamika global juga terus dilindungi karena berpotensi mempengaruhi kondisi dalam negeri.
“Sesuai dengan petunjuk beliau [Presiden Prabowo Subianto], kemarin kami sudah menyampaikan surat edaran kepada seluruh menteri dan lembaga untuk kami imbau untuk tidak berlebihan dalam menyelenggarakan open house maupun halalbihalal karena masih banyak saudara-saudara kita pada kondisi yang belum baik,” ujar Mensesneg.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/03/2026), Presiden Prabowo lebih dulu mengingatkan para menteri agar memberi teladan kepada masyarakat dengan merayakan Idulfitri secara wajar dan tidak bermewah-mewahan.
Meski begitu, Presiden juga menegaskan kegiatan tidak perlu dihentikan sepenuhnya karena aktivitas ekonomi tetap harus dilanjutkan.
“Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya menutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan nanti,” ujar Presiden.
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
Selain memperingati perayaan Idulfitri, Mensesneg juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengantisipasi arus mudik di berbagai daerah.
Ia mengakui masih terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik, terutama di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, namun pemerintah terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.
“Memang ada beberapa kejadian yang kami mohon maaf ada kemacetan karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk, tapi sepenuhnya kami melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras mencari solusi supaya bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrian-antrian,” ujar Mensesneg.
Prasetyo juga mengapresiasi masyarakat yang memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja dan memilih mudik lebih awal. Menurutnya, langkah itu membantu mengurangi hamparan kendaraan pada hari-hari tertentu.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan rentang liburan ini dengan memilih pulang kampung sesuai dengan yang kita harapkan, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang bertugas di lapangan, mulai dari kepolisian, Kementerian Perhubungan, BUMN, Pelindo, ASDP, hingga TNI, yang dikerahkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan; Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Danantara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya yang telah bekerja keras, termasuk TNI juga diminta oleh Bapak Presiden manakala diperlukan untuk menyediakan transportasi-transportasi yang dimiliki termasuk kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing,” tutupnya.












