Pemkab Donggala Percepat Pemerataan Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil

Iustrasi - Layanan kesehatan

KabarIndonesia.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, memastikan akan segera melakukan pemerataan layanan serta akses kesehatan, khususnya di kawasan terpencil yang masih terisolasi.

“Tentunya kami berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap akses transportasi darurat dan fasilitas pendukung di wilayah pedalaman, khususnya di Kecamatan Pinembani,” ungkap Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, saat ditemui media di Banawa, Jumat.

Ia menegaskan pentingnya akses memadai menuju daerah-daerah terpencil seperti Pinembani, agar peristiwa tragis pengangkutan jenazah menggunakan sepeda motor tak kembali terulang.

“Pemerintah daerah turut berduka cita atas wafatnya salah satu petugas kesehatan bernama Ariel Sharon yang bertugas di Kecamatan Pinembani,” tuturnya.

Ariel Sharon mengembuskan napas terakhirnya saat menjalankan tugas di Desa Palentuma, Kecamatan Pinembani.

“Karena keterbatasan infrastruktur dan ketiadaan mobil ambulans yang berfungsi, jenazah Ariel hanya dapat diangkut menggunakan sepeda motor oleh warga setempat menuju rumah duka di Kota Palu,” jelas Vera.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengevaluasi secara serius dan tegas Dinas Kesehatan bersama instansi terkait atas insiden yang menimpa tenaga kesehatan tersebut.

“Saya sudah instruksikan Kepala Dinas Kesehatan Donggala untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga almarhum Ariel Sharon, baik moril maupun administratif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vera menyatakan bahwa Pemkab Donggala akan segera mengaudit kondisi fasilitas kesehatan di wilayah Pinembani, termasuk menilai kesiapan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala.

“Sudah kami perintahkan Dinkes untuk menyusun langkah percepatan pembangunan akses jalan dan transportasi medis, terutama di daerah-daerah kritis dan terpencil,” tandasnya.

Diketahui, Ariel Sharon merupakan pegawai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala.

Ariel meninggal dunia di Desa Palentuma, dan jenazahnya harus dibawa ke Kota Palu hanya dengan menggunakan sepeda motor.

“Untuk transportasi dari Pinembani ke Kota Palu, terpaksa harus dibonceng dengan motor karena ambulans Kecamatan Pinembani masih dalam kondisi rusak. Selain itu, akses jalan ke wilayah tersebut belum diaspal, sehingga bila hujan rawan terjadi longsor,” pungkasnya.

Exit mobile version