Pelindo Pastikan Pelabuhan Pulau Baai Aman Pasca Insiden Senggolan Dua Kapal

PT Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu

KabarIndonesia.id — PT Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu memastikan operasional Pelabuhan Pulau Baai tetap berjalan normal pasca-insiden senggolan antara kapal tanker MT Kencana Express dan kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 pada Sabtu (4/10) dini hari.

“Langkah evaluasi, pemeriksaan keselamatan, dan pengamanan area langsung kami lakukan bersama KSOP dan tim keselamatan pelayaran. Tidak ada tumpahan muatan dan tidak ada gangguan berarti terhadap kegiatan kepelabuhanan. MT Kencana Express juga langsung melanjutkan kegiatan operasionalnya,” ujar General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko, di Bengkulu, Minggu (5/10).

Menurut laporan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai, insiden terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ketika MT Kencana Express yang bermanuver dari outer buoy menuju kolam pelabuhan bersinggungan dengan kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 yang tengah melakukan pengerukan di alur pelayaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Joko menjelaskan, koordinasi lintas instansi segera dilakukan sejak laporan diterima. Aktivitas bongkar muat dan pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai tetap berjalan normal, termasuk pelayanan terhadap kapal lain yang telah dijadwalkan.

Pelindo juga memastikan bahwa proyek normalisasi alur pelayaran terus menunjukkan progres positif. Kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 hanya mengalami kerusakan minor dan masih dapat beroperasi.

“Normalisasi alur berjalan sesuai rencana. Kapal keruk tetap beroperasi, dan area pengerukan terus diperluas dengan penambahan pipa sedot pasir untuk mempercepat pembersihan sedimentasi,” jelasnya.

Saat ini, kapal yang melintas masih menggunakan alur tahap satu atau alur darurat (PKT). Namun, berdasarkan hasil evaluasi terbaru, alur utama sudah mulai dapat digunakan kembali.

“Normalisasi alur menjadi prioritas kami agar arus keluar-masuk kapal semakin lancar dan aman. Kami optimis, dengan dukungan semua pihak, alur utama segera bisa dilalui kapal secara normal,” tegas Joko.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Bengkulu Petrus Christanto Martubongs menyebut hasil investigasi awal mengindikasikan bahwa cuaca buruk menjadi faktor utama penyebab insiden.

“Saat kejadian, kondisi perairan berkabut tipis, alun cukup tinggi, dan angin berhembus kencang. Situasi itu membuat jarak pandang terbatas dan manuver kapal menjadi lebih menantang,” ujar Chris.

Ia menambahkan, pihaknya telah menurunkan tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kedua kapal dan memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran dijalankan dengan ketat.

“Proses marine inspection sudah kami evaluasi bersama seluruh pihak terkait. Kami terus mengingatkan pengguna jasa agar berkoordinasi secara intensif, mengingat area alur masih dalam tahap normalisasi,” tambahnya.

Exit mobile version