Menko Polkam Apresiasi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba di Kepulauan Riau

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan

KabarIndonesia.id — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI Angkatan Laut atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 2,061 ton melalui jalur laut di wilayah Kepulauan Riau.

“TNI AL telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan perairan nasional dari ancaman serius yang membahayakan stabilitas dan masa depan bangsa,” ujar Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (21/5).

Keberhasilan ini, menurutnya, bukan sekadar capaian institusional, melainkan cerminan nyata dari komitmen kuat pemerintah dalam perang total terhadap narkotika. Ia menekankan, narkoba merupakan ancaman eksistensial bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai penanggung jawab Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba, Budi menegaskan bahwa keberhasilan tersebut memperlihatkan sinergi lintas sektor yang solid antara institusi pemerintah, aparat penegak hukum, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Sinergi yang terbangun hari ini adalah wujud kolaborasi konkret. Langkah-langkah tegas, sistematis, dan terukur yang diambil menjadi fondasi optimisme kita dalam memperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman narkotika,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukanlah tanggung jawab satu institusi semata. Sebaliknya, ini merupakan tugas bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Meski penegakan hukum tetap menjadi tulang punggung pemberantasan, Budi menekankan pentingnya memperkuat upaya preventif melalui edukasi, kampanye kesadaran, serta rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba.

Adapun operasi penggagalan penyelundupan narkoba ini dilakukan oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan, pada Rabu (14/5).

Sebagai tindak lanjut, pada Selasa (20/5), TNI AL bersama unsur terkait secara resmi memusnahkan barang bukti narkoba seberat 2,061 ton tersebut, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga integritas nasional dari infiltrasi jaringan narkotika internasional.

Exit mobile version