Langkah Penanganan Video Viral Dugem di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru oleh Ditjenpas Riau

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama Dirjen Pemasyarakatan Mashudi dan kepala kantor pemasyarakatan wilayah barat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

KabarIndonesia.id — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, menjelaskan berbagai langkah yang telah diambil menyusul viralnya video dugaan aktivitas dugem (pesta minuman keras dan narkoba) sejumlah narapidana di dalam Rutan Kelas I Pekanbaru (Sialang Bungkuk).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI di Senayan, Kamis (22/5), Maizar menyampaikan bahwa pihaknya telah menarik Kepala Rutan Sialang Bungkuk dan Kepala Pengamanan Rutan terkait video tersebut sebagai bentuk respons awal.

“Para narapidana yang diduga terlibat pesta miras sebagian sudah dipindahkan ke Lapas Pekanbaru, dan empat orang bahkan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan,” ungkap Maizar. Pemindahan ini dilakukan untuk memutus jaringan bandar yang memengaruhi napi lainnya.

Selain itu, Maizar menegaskan kerja sama intensif dengan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, dalam melakukan razia rutin. Setelah kejadian viral, mereka telah mengajukan permohonan razia besar-besaran yang melibatkan 320 personel untuk dilaksanakan pada Jumat (23/5) di Lapas Kelas II Pekanbaru.

Ia juga menambahkan koordinasi dengan kepala unit pelaksana teknis (UPT) terus dilakukan untuk memastikan narapidana tidak membawa ponsel dan bebas dari narkotika, sebagai upaya menjaga keamanan di lapas dan rutan di Riau.

“Namun kami juga menyadari sarana dan prasarana yang kami miliki masih kurang memadai,” kata Maizar.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dewi Asmara dalam RDP tersebut menanyakan langsung tindak lanjut penanganan kasus ini dan mengingatkan soal masalah overkapasitas yang menjadi penyebab utama permasalahan.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pria diduga tahanan sedang berjoget dengan musik keras di dalam Rutan Kelas I Pekanbaru. Dalam video tersebut, terlihat botol minuman keras dan alat isap diduga sabu-sabu, serta seorang pria memegang handphone di dalam ruangan.

Exit mobile version