KabarIndonesia.id — Kapal Motor (KM) Holy Marry yang tengah berlayar dari Morotai menuju Ternate mengalami insiden kandas setelah menabrak karang di sekitar perairan Pelabuhan Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), pada Senin malam (26/5). Sebanyak 82 penumpang yang berada di atas kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, menyampaikan bahwa pihaknya melalui Unit Siaga SAR Morotai langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kecelakaan laut tersebut. “Begitu informasi diterima, tim langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan evakuasi seluruh penumpang KM Holy Marry ke daratan. Alhamdulillah, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Daruba,” ujar Iwan di Ternate, Selasa (27/5).
Insiden kandasnya kapal terjadi sekitar pukul 20.55 WIT saat KM Holy Marry sedang dalam perjalanan reguler dari Morotai menuju Ternate. Kapal diduga menabrak gugusan karang yang berada tidak jauh dari Pelabuhan Daruba, sehingga tidak bisa melanjutkan pelayaran.
Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Morotai segera dikerahkan ke lokasi kejadian menggunakan armada speedboat. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi malam hari dan faktor medan di sekitar lokasi kandasnya kapal.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, SAR bekerja sama dengan pihak Syahbandar Morotai, unsur TNI dan Polri, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini memungkinkan proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak SAR, total penumpang kapal berjumlah 82 orang, terdiri atas 76 penumpang dewasa dan enam anak-anak. “Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia dalam kejadian ini,” ungkap Iwan.
Saat ini, penyebab kandasnya kapal masih dalam penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan penyebab kapal menabrak karang karena saat ini fokus utama kami adalah keselamatan penumpang. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak terkait setelah evakuasi selesai,” tambahnya.
SAR Ternate juga mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam melakukan pengecekan sistem navigasi sebelum berlayar. Pemeriksaan rutin dan kesiapan alat bantu navigasi dinilai sangat penting guna menghindari kecelakaan serupa di kemudian hari.
“Dengan berhasilnya evakuasi ini, kami kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran, termasuk koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemantauan cuaca. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” kata Iwan menegaskan.
Pihak berwenang akan segera melakukan evaluasi dan investigasi terhadap insiden ini untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.












