Kementerian PU Siap Revitalisasi Masjid Ponpes Al Khoziny yang Ambruk di Sidoarjo

Masjid Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk

KabarIndonesia.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan revitalisasi bangunan masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk beberapa hari lalu. Dody mengatakan, rencana pembangunan dapat segera dimulai mengingat proses evakuasi telah selesai dilakukan oleh tim gabungan.

“Sudah ada. Ini kan baru selesai semua ya, sudah dibersihkan. Tim akan masuk untuk ngecek,” kata Dody kepada media di kantornya, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa kondisi terkini di lokasi telah memungkinkan untuk memulai tahap pemeriksaan teknis sebelum pembangunan kembali dilakukan. Menurut Dody, proses pembangunan ulang tidak akan terlalu sulit, mengingat struktur lama sudah sepenuhnya dibersihkan.

“Perkiraan saya, kemarin saya ke sana, itu bangunan yang warna hijau itu kayaknya lebih murah kalau dirobohkan, dibangun baru dari nol. Kita tambal sulam,” ujarnya.

Meski begitu, Dody menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan perhitungan menyeluruh terkait biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi bangunan masjid tersebut.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pembersihan puing reruntuhan gedung masjid Ponpes Al Khoziny telah selesai dilakukan pada Selasa (7/10) dini hari. Dengan demikian, kegiatan evakuasi menggunakan alat berat resmi dihentikan pada pagi harinya.

Potongan beton dan puing-puing yang sebelumnya menumpuk di lokasi kini telah diratakan. Petugas pencarian dan pertolongan memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan, sehingga operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di bawah koordinasi Basarnas dinyatakan selesai.

BNPB menyebutkan, dari seluruh rangkaian operasi yang dilakukan, ditemukan 61 jenazah dari balik puing reruntuhan, termasuk tujuh potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Secara keseluruhan, jumlah korban mencapai 165 jiwa. Sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, dengan rincian empat orang masih menjalani perawatan, 99 telah kembali ke rumah, dan satu orang tidak memerlukan perawatan medis.

Dengan rampungnya proses evakuasi, perhatian pemerintah kini beralih pada tahap rehabilitasi dan pembangunan kembali sarana ibadah tersebut agar dapat kembali digunakan oleh para santri dan masyarakat sekitar.

Exit mobile version