KabarIndonesia.id — Pemerintah memasang target yang ambisius bagi laju ekonomi nasional. Dengan pembenahan iklim usaha dan investasi sebagai kuncinya, Indonesia diyakini mampu menembus pertumbuhan mendekati 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Optimisme itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat berbicara dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menkeu Purbaya memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat secara bertahap hingga akhir dekade ini.
“Tahun ini 6 persen, tahun depan 6,5 persen, setelah itu mendekati 7 persen, dan menjelang tahun 2029 mendekati 8 persen, jika saya masih menjabat,” kata Menkeu, dikutip Kamis (5/2/2026).
Menkeu menilai arah perekonomian nasional saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Setelah melewati fase perlambatan, perekonomian Indonesia dinilai tengah memasuki fase akselerasi yang semakin kuat dan berkelanjutan.
“Saat ini perekonomian bergerak ke arah yang benar dan terus mengalami percepatan. Setelah empat bulan perkembangan ekonomi terakhir, sudah jelas bahwa pemulihan ekonomi kuat dan akan semakin menguat,” ujarnya.
Menurut Menkeu, fondasi utama untuk mencapai pertumbuhan tinggi adalah pembekalan fundamental ekonomi secara menyeluruh.
Pemerintah, kata dia, tetap menjaga stabilitas fiskal meski menjalankan kebijakan ekspansif untuk mendorong aktivitas ekonomi.
“Kami memastikan likuiditas yang cukup dalam sistem, menjaga stabilitas fiskal, dan melakukan ekspansi fiskal untuk mendorong perekonomian, namun tetap tidak melampaui batas defisit 3 persen dari PDB. Meski memberikan stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal,” ungkap Menkeu.
Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi belanja pemerintah maupun peran sektor swasta. Sinergi kedua sektor tersebut diyakini mampu mempercepat laju pertumbuhan.
“Saat ini kami berupaya menggerakkan dua mesin pertumbuhan sekaligus, yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu, pertumbuhan di atas 6 persen menjadi mudah dicapai. Kami memanfaatkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi untuk memastikan ekonomi tumbuh pada kapasitas maksimalnya,” kata Menkeu.
Untuk menyelamatkan percepatan investasi tersebut, pemerintah juga terus membenahi iklim usaha melalui penyederhanaan birokrasi dan penghapusan hambatan investasi.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah pembentukan satuan tugas khusus untuk menyelesaikan persoalan dunia usaha.
“Kami memiliki satu tugas khusus debottlenecking, di mana setiap pelaku usaha dapat menyampaikan langsung kendala yang dihadapi. Saya pikir satu tahun dari sekarang kita akan memiliki kondisi iklim bisnis yang berbeda dan jauh lebih baik. Itu cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih cepat,” ujar Menkeu.












