KabarIndonesia.id — Harga emas dunia kembali bikin pasar berisik. Pada perdagangan Senin (22/12/2025), logam mulia ini melesat lebih dari 2 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang mendorong investor memburu aset lindung nilai.
Mengutip Reuters, lonjakan tajam tak hanya terjadi pada emas, tetapi juga merembet ke harga perak yang ikut mencatatkan rekor tertinggi baru.
Harga spot emas, kemarin tercatat naik 2,27 persen ke level US$ 4.437,04 per ons troi, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.442,23 per ons troi. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari menguat 1,95 persen ke posisi US$ 4.472,8 per ons troi .
Analis Nemo.Money menilai, penawaran harga emas dalam jangka pendek terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela.
“Dalam beberapa sesi terakhir, harga emas bergerak di bawah level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan hari ini terlihat sebagai dorongan momentum yang wajar setelah fase konsolidasi bullish, terutama di tengah volume perdagangan yang cenderung tipis karena musim liburan,” ujar analis Nemo.Money.
Ia menambahkan, pelaku pasar mulai memantau tingkat psikologis berikutnya untuk harga emas.
“Target psikologis berikutnya bagi pelaku pasar emas berada di kisaran US$ 5.000 per tahun pada tahun depan,” lanjutnya.
Ketegangan geopolitik memanas setelah Presiden AS Donald Trump, pekan lalu, mengumumkan kebijakan ‘blokade’ terhadap seluruh kapal tanker minyak yang berada di bawah sanksi dan keluar-masuk Venezuela. Kebijakan tersebut secara langsung memperkuat sentimen risk-off di pasar global.
Selain faktor geopolitik, sentimen positif emas juga datang dari arah kebijakan moneter AS. CNBC melaporkan, Trump berpeluang menunjuk Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada awal Januari 2026, menggantikan Jerome Powell yang dijadwalkan pensiun pada pertengahan 2026.
Pasar menilai, pengganti Powell berpotensi lebih sejalan dengan dorongan Trump untuk melanjutkan penurunan suku bunga.
Sebagai aset yang melindungi nilai, emas memang cenderung menguat di tengah-tengah geopolitik dan ekonomi. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak lebih dari 69 persen, menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 1979.
Peningkatan tersebut ditopang oleh pembelian agresif bank sentral global, aliran dana safe haven, serta tren suku bunga rendah.
Kinerja serupa juga terlihat pada perak. Harga perak spot naik 2,57 persen ke level US$ 68,88 per ons, setelah sempat menyentuh rekor baru di US$ 69,45 per ons pada awal perdagangan. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak lebih dari 136 persen.
Lalu bagaimana arah harga emas pada perdagangan Selasa (23/12/2025)?
Secara teknikal dalam perspektif harian, pergerakan emas masih berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat di level 80, menandakan kondisi jenuh beli (overbought). Sinyal ini diperkuat oleh indikator Stochastic RSI yang telah menyentuh level 100, menunjukkan tekanan beli berada di titik ekstrem.
Dengan kondisi tersebut, peluang koreksi jangka pendek terbuka akibat aksi ambil keuntungan ( profit Taking ). Level support terdekat berada di US$ 4.366 per ons troi, yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tembus, support berikutnya berada di MA-10 di kisaran US$ 4.325 per ons troi.
Namun, jika momentum bullish berlanjut, harga emas masih menguji tingkat resistensi terdekat di US$ 4.473 per troi , dengan target optimistis di area US$ 4.763 per troi.










