KabarIndonesia.id — Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mendesak Presiden Prabowo Subianto segera merealisasikan pembentukan Komite Reformasi Polri. Menurutnya, masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Presiden setelah lebih dari sebulan komite tersebut belum juga terbentuk.
“Sudah lebih sebulan komite yang tunggu-tunggu masyarakat belum terbentuk,” kata Gatot, dikutip Minggu (19/10/2025).
Gatot juga menyinggung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang lebih dulu membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri. Menurutnya, inisiatif tersebut seolah menyalip kebijakan presiden yang sebelumnya telah berkomitmen membentuk komite serupa.
“Namun dari sudut pandang saya sebagai mantan aparat, langkah Polri semakin menunjukkan pentingnya reformasi total segera dilakukan,” ujarnya.
Ketua Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu menilai ironis jika pembentukan Komite Reformasi Polri terus tertunda. “Semoga tidak kelupaan, apalagi masuk angin,” sindir Gatot.
Ia menegaskan urgensi reformasi Polri dengan mencontohkan dua kasus besar yang pernah mengguncang institusi kepolisian, yaitu kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa Putra. Dalam pandangannya, kedua kasus tersebut mencerminkan adanya persoalan sistemik di tubuh Polri.
Gatot mengingatkan bahwa Ferdy Sambo, seorang perwira tinggi Polri, terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, dan berupaya menghalangi penyidikan. Sementara itu, kasus Teddy Minahasa memperlihatkan penyalahgunaan kewenangan terkait pengedaran barang bukti narkoba.
“Ini kurang jahat apa dua contoh ini? Ini sebenarnya yang menjadi puncak, yang menjadi sorotan masyarakat,” tegas Gatot.
Ia bahkan membandingkan perilaku oknum dalam dua kasus tersebut dengan organisasi mafia yang menggunakan kekerasan, intimidasi, dan korupsi demi kepentingan ekonomi maupun politik.
“Kalau sudah paham definisi mafia, coba bandingkan dua kejadian tadi, Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa. Karena dua ini merupakan bentuk gunung es,” ucap Gatot.
Gatot menutup pernyataannya dengan menyoroti lambannya pembentukan Komite Reformasi Polri. “Kok mau bentuk komite reformasi saja maju mundur, tidak segera? Kapan aparat kita benar-benar menjadi aparat dambaan masyarakat?” pungkasnya.












