24 Desember Jadi Puncak Mudik, Pergerakan Nataru Diprediksi Capai 119,5 Juta

42 Persen Kendaraan Belum Masuk Jakarta, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi 29 Maret
Ilusrasi suasana mudik Nataru (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Gelombang besar mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diprediksi akan mencapai puncaknya pada 24 Desember 2025. Pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi setelah melihat potensi arus mudik Nataru yang melonjak signifikan hingga puluhan juta orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi tepat pada Rabu, 24 Desember 2025.

“Kami memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan perkiraan pergerakan 17,18 juta orang,” ujar Menhub dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (6/12/2025).

Untuk menunjang pergerakan selama masa libur, Kementerian Perhubungan akan mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Dalam paparannya, Dudy juga mengungkapkan bahwa total potensi pergerakan masyarakat secara nasional mencapai 119,5 juta orang. Angka tersebut Merujuk pada survei yang dilakukan Kemenhub bersama Badan Kebijakan Transportasi, BPS, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta pengajar.

“Menurut survei, 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan pada masa libur Nataru 2025/2026,” kata Dudy dalam siaran pers di Kantor Kemenhub, Jakarta.

Survei itu juga menunjukkan adanya peningkatan mobilitas sebesar 2,71 persen dibandingkan periode sebelumnya, dari 39,30 persen pada Nataru 2024/2025 menjadi 42,01 persen pada 2025/2026.

Panjangnya masa libur, membaiknya infrastruktur transportasi, serta tingginya minat wisata menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas. Selain itu, tradisi masyarakat untuk merayakan Natal di kampung halaman juga menjadi pendorong.

Terkait moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan favorit pemudik. Hasil survei mencatat dominasi mobil pribadi sebesar 42,78 persen atau 51,12 juta orang.

Disusul sepeda motor 18,41 persen atau 22,00 juta orang, bus 8,17 persen atau 9,76 juta orang, mobil sewa 7,43 persen atau 8,87 juta orang, dan mobil travel 6,39 persen atau 7,64 juta orang.

Moda lain yang juga dipilih masyarakat meliputi pesawat (3,57 persen atau 4,27 juta orang), kereta jarak jauh (3,29 persen atau 3,94 juta orang), kapal penyeberangan (3,14 persen atau 3,75 juta orang), kapal laut (2,20 persen atau 2,62 juta orang), dan commuter line (1,93 persen atau 2,30 juta orang).

“Tingginya minat masyarakat terhadap penggunaan kendaraan pribadi mengindikasikan perlunya manajemen lalu lintas yang semakin intensif, khususnya pada ruas tol dan akses simpul menuju transportasi,” jelas Dudy.

Dengan prediksi pergerakan yang sangat besar dan puncak mudik yang jatuh pada 24 Desember, pemerintah memastikan seluruh sektor transportasi bersiap menghadapi arus Nataru tahun ini.

Exit mobile version