• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Optimalkan Pembiayaan, Dorong Ketahanan Pangan dan Pertanian Desa

by Firman Marlon
15 November 2024
Home Daerah
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, pada 7 November 2024, terungkap sebuah kisah sukses dari Desa Kembangbelor, Mojokerto. Desa ini berhasil mengembangkan potensi wisata desanya dengan memanfaatkan dana dari crowdfunding, yang disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keunikan dari model ini adalah warga desa tidak hanya menjadi penerima manfaat dari pengelolaan BUMDes, tetapi juga berperan sebagai pemegang saham atau equity holders, yang mendapatkan dividen antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per orang berdasarkan kepemilikan saham mereka.

Model pembiayaan ini menunjukkan bagaimana desa dapat berinovasi dalam mencari sumber dana, tidak hanya bergantung pada dana APBDes, APBD, atau APBN. Sebagai gantinya, mereka juga dapat memanfaatkan sumber dana alternatif seperti crowdfunding, polling fund, Corporate Social Responsibility (CSR), atau Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dari sektor swasta. Ini adalah bentuk dari creative funding, yang juga telah diterapkan di negara-negara lain seperti India, Kenya, dan Filipina.

Di India, misalnya, platform seperti Rang De dan Kiva telah digunakan untuk mengumpulkan dana dari investor kecil—baik domestik maupun internasional—untuk disalurkan kepada petani melalui lembaga keuangan mikro. Dengan menggunakan model ini, petani bisa mendapatkan modal tanpa beban suku bunga tinggi, menghindari praktik rentenir yang sering menghimpit mereka. Model serupa juga diterapkan di Kenya melalui M-Shwari dan FarmDrive, serta di Filipina dengan Cropital, yang semuanya bertujuan untuk mendukung petani kecil yang kesulitan mengakses kredit perbankan tradisional.

Namun, masalah utama yang dihadapi petani mikro di desa tetap pada akses pembiayaan. Sebagian besar petani kecil di pedesaan masih kesulitan memperoleh modal untuk memenuhi biaya input pertanian yang semakin tinggi. Kondisi ini berpengaruh langsung pada daya saing pertanian nasional, terutama karena biaya produksi yang terus meningkat sementara hasil yang diperoleh tidak sebanding. Misalnya, dalam sektor padi sawah, rasio pendapatan terhadap biaya hanya 0,37, yang berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan untuk biaya produksi hanya menghasilkan Rp 0,37 dalam pendapatan. Demikian pula, untuk padi ladang, rasio tersebut bahkan lebih rendah, yaitu 0,27. Ini menunjukkan bahwa biaya produksi jauh melebihi pendapatan yang diperoleh petani, sehingga mereka seringkali mengalami kerugian.

Untuk mengatasi masalah ini, BUMDes diharapkan bisa menjadi solusi. Konsep yang diterapkan di Desa Kembangbelor, dengan crowdfunding sebagai sumber utama pembiayaan, bisa menjadi contoh bagi desa lainnya untuk menggali potensi lokal dan mengelola dana secara kreatif. Pembiayaan ini bukan hanya untuk sektor wisata desa, tetapi bisa diterapkan juga dalam ketahanan pangan melalui peningkatan usaha pertanian berbasis masyarakat.

Mengadopsi konsep microfinance yang dikembangkan oleh Muhammad Yunus melalui Grameen Bank di Bangladesh, dimana pinjaman diberikan tanpa agunan (non-collateral loan), bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi petani kecil di desa. Microfinance dan microcredit yang fokus pada pemberdayaan petani kecil, perempuan, dan kelompok masyarakat marginal, memungkinkan mereka mengakses modal dengan syarat yang lebih ringan, tanpa terperangkap dalam lingkaran hutang dengan rentenir. Grameen Bank, misalnya, sudah berhasil menjangkau lebih dari 6,67 juta orang peminjam, dengan tingkat pengembalian kredit yang sangat tinggi—sehingga model ini terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat desa.

Di Indonesia, masalah pembiayaan pertanian masih menjadi tantangan besar, terutama bagi petani kecil yang hanya mendapatkan sekitar 5% dari total kredit perbankan yang dialokasikan untuk sektor pertanian. Oleh karena itu, mengadopsi model microfinance dan crowdfunding seperti yang diterapkan di Desa Kembangbelor bisa menjadi solusi untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi petani desa. Selain itu, dengan pendekatan social collateral—di mana dukungan sosial antarwarga desa menjadi jaminan pengembalian pinjaman—masyarakat dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan pembiayaan tanpa perlu agunan fisik.

Kementerian Desa berharap kisah sukses Desa Kembangbelor bisa menjadi inspirasi dan model yang dapat direplikasi di desa-desa lain di seluruh Indonesia. Quick win program ketahanan pangan desa yang menjadi bagian dari visi Aswa Cita pemerintahan Prabowo, bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui solusi pembiayaan kreatif dan pemberdayaan BUMDes. Dalam hal ini, keberhasilan desa wisata Kembangbelor bisa menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dalam pendanaan dapat membuka jalan menuju kesejahteraan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

(Sumber: rujukandesa.com)

Tags: BUMDesDorong Ketahanan Pangan dan Pertanian DesaOptimalkan Pembiayaan

Firman Marlon

Next Post
Pemerintah Dorong KUR untuk Usaha Produktif Menuju Dekade Manfaat

Pemerintah Dorong KUR untuk Usaha Produktif Menuju Dekade Manfaat

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Saat Presiden Menikmati Udara Sejuk Malam Hari di IKN

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Lestarikan Nilai Luhur, Datu Luwu XL Kunjungi Sekolah Budaya

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
Presiden Prabowo Lantik Ketua Harian dan Anggota Dewan Energi Nasional

Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Harian, Ini Daftar Lengkap Dewan Energi Nasional

28 Januari 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version