• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Ini Faktor Menyebabkan Terbagun Ditengah Malam

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarJakarta.com — Ada yang membuat gelisah ketika sudah mengantuk lalu tertidur dan tetiba terbangun ditengah malam. Hal ini terkadang membuat kita kesulitan untuk bagun pagi dan memulai aktifitas. 

Sekalipun sudah tidur delapan jam pun, Anda akan terbangun di pagi hari dengan masih mengantuk karena tidur terganggu. Tidur tak nyenyak memang bukanlah masalah besar. Namun nyatanya, sebuah penelitian mengatakan bahwa 70 persen  orang yang mengalami kesulitan tidur akan mengalami kelelahan di pagi harinya, sehingga hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Menurut Center of Disease Chronic (CDC), gangguan tidur berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit hipertensi, diabetes, depresi, obesitas, kanker, meningkatkan kematian, dan mengurangi kualitas hidup serta produktivitas.

1. Rasa sakit
Rasa sakit atau nyeri bisa saja terjadi karena stress atau kesehatan yang memburuk. Dalam sebuah penelitian, 15% orang Amerika melaporkan menderita sakit kronis, dan 2/3 juga melaporkan mengalami masalah tidur. Sakit punggung, sakit kepala, dan sindrom sendi temporomandibular (masalah dengan otot rahang) merupakan penyebab utama kurang tidur yang berhubungan dengan rasa sakit atau nyeri.

2. Penyakit mental dan stres
Anda juga mungkin terbangun tengah malam karena memikirkan banyak hal, seperti pekerjaan, hubungan dengan kekasih, atau tugas kuliah yang tidak kunjung selesai. Akhirnya, Anda selalu pergi tidur dengan segala kecemasan yang tidak jarang berujung pada stres. Dan ternyata, insomnia merupakan salah satu gejala dan penyebab depresi dan kecemasan yang mengakibatkan Anda makin sulit untuk tidur.

3. Mendengkur
Mendengkur adalah kondisi umum yang dapat menyerang siapa saja. Biasanya, kebiasaan mendengkur lebih banyak terjadi pada laki-laki dan orang-orang yang kelebihan berat badan. Kebiasaan mendengkur, ternyata tidak hanya mengganggu pasangan tidur Anda, namun juga merusak kualitas tidur Anda sendiri. Kebiasaan tersebut bisa saja diobati dengan bantuan medis untuk mendapatkan tidur malam yang baik.

4. Jet lag
Berpergian ke negara yang memiliki zona waktu berbeda, ternyata bisa berpengaruh terhadap waktu tidur Anda. Ini dinamakan jet lag. Tubuh kita memerlukan waktu hingga tiga hari untuk menyesuaikan diri dengan cahaya dan jadwal tidur baru di zona waktu yang lain. Ini dapat menyebabkan Anda kesulitan untuk tidur.

5. Perubahan hormon
Menopause, menstruasi, dan kehamilan adalah beberapa sumber utama masalah tidur di kalangan perempuan. Menurut National Sleep Foundation, sekitar 40% dari wanita perimenopause (orang-orang yang berada di masa transisi menopause) akan memiliki masalah tidur.

6. Penyakit dan kondisi medis
Sering kali, kesulitan tidur muncul bersama dengan kondisi medis lainnya. Dengan penyakit paru-paru atau asma, misalnya, mengi dan sesak napas dapat mengganggu tidur Anda, terutama di pagi hari. Jika Anda menderita gagal jantung, Anda dapat memiliki pola pernapasan abnormal. Bahkan, penyakit Parkinson dan neurologis lainnya ternyata dapat menyebabkan kesulitan tidur.

7. Minum kopi
Biasanya, setiap orang yang minum kopi akan lebih sulit tidur karena kandungan kafein yang ada di dalam kopi. Karena kafein adalah stimulan, kebanyakan orang menggunakannya setelah bangun di pagi hari atau untuk tetap waspada pada siang atau bahkan malam hari.  Meskipun penting untuk dicatat bahwa kafein tidak dapat menggantikan tidur, namun konsumsi kopi dengan kandungan kafein bisa membuat kita merasa lebih waspada dan terbangun tengah malam, dengan memblokir bahan kimia yang menginduksi tidur di otak dan meningkatkan produksi adrenalin.

8. Kelelahan
Banyaknya aktivitas memang sering kali melelahkan. Ingin sekali rasanya berbaring di kasur untuk segera beranjak tidur dan mengisi kembali daya yang hilang. Namun, rasa lelah tersebut bisa saja membuat Anda terjada dari tidur. Karena ternyata, sebenarnya ada perbedaan besar antara menjadi lelah dan mengantuk.

Pada saat lelah, tubuh Anda masih dalam tanda tanya apakah Anda lelah karena stress atau aktivitas fisik yang menguras tenaga. Sederhananya, bergegas ke tempat tidur ternyata tidak sama dengan bergegas untuk tidur.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Gunakan Heli, Doni Monardo Tinjau Korban Letusan Gunung di NTT

Recommended.

Istimewa - Menhan, Panglima TNI, dan Kapolri lepas kontingen untuk Hari Bastille

Menhan, Panglima TNI, dan Kapolri Lepas Kontingen Patriot Indonesia II untuk Parade Hari Bastille di Prancis

7 Juli 2025
Jemaah Haji Wafat, Kemenag: Dibadalkan dan Dapat Asuransi

Evaluasi Penerbangan Haji, Kemenag Kembali Soroti Garuda

29 Mei 2024

Subscribe.

Trending.

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version