Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Andi Amran: Tertinggi Sepanjang Sejarah

Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Andi Amran: Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan ketersediaan stok pangan nasional (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Pemerintah melaporkan cadangan beras nasional kini berada pada level yang sangat kuat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional telah menembus 4 juta ton, angka yang disebut sebagai tertinggi sepanjang sejarah.

Laporan tersebut disampaikan Andi Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan kondisi terkini sektor pangan nasional.

Menurutnya, jumlah cadangan beras itu masih berpotensi bertambah dalam waktu dekat dan dinilai cukup untuk menopang kebutuhan nasional hingga akhir tahun.

“Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” ujar Andi Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (16/3/2026).

Capaian stok beras tersebut menjadi salah satu indikator kuatnya ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global. Pemerintah menilai posisi cadangan yang besar memberi ruang lebih aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

Tak hanya beras, Andi Amran juga melaporkan perkembangan positif pada komoditas strategis lain, termasuk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Ia menyebut ekspor CPO Indonesia mengalami kenaikan signifikan, bahkan melampaui kebutuhan dalam negeri untuk program biofuel.

“Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita, ekspor kita naik 6 juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi alhamdulillah naik,” ungkapnya.

Di sisi lain, sektor pertanian juga disebut menunjukkan performa positif terhadap perekonomian nasional. Amran menyampaikan bahwa produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian kini mencapai 5,74 persen, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen PDB sektor pertanian. Kemudian NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” kata Amran.

Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk yang dinilai ikut mendorong kesejahteraan petani.

“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat.

Ia menyebut keamanan pasokan pangan menjadi hal penting untuk menjaga stabilitas negara, terutama dalam menghadapi berbagai kemungkinan ke depan.

“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini, suatu fondasi yang kuat. Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein. Protein, saya kira yang paling cepat masalah protein adalah perikanan, perikanan darat, dan perikanan lepas pantai, dan perikanan tangkap,” tutur Presiden.

Pernyataan Presiden itu menegaskan bahwa selain beras, pemerintah juga mulai memberi perhatian lebih besar pada penguatan komoditas pangan lain, khususnya sumber protein, agar ketahanan pangan nasional tidak hanya kuat di sektor karbohidrat, tetapi juga lebih seimbang secara gizi.