• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Kaperpusnas Sebut Tingkat Literasi Pengaruhi Tingkat Kemiskinan

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Hadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Kepala Perpustakaan Nasional RI (Kaperpusnas), Muhammad Syarif Bando menyebut tingkat literasi atau penguasaan ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan di suatu daerah. 

Menurutnya, makin rendah tingkat literasi suatu daerah akan menjadi faktor penyebab terjadinya kemiskinan. 

“Penyebab kemiskinan struktural itu kan karena akses pengetahuan terbatas. Tidak punya skill,” ungkapnya, Selasa, (04/04). 

Ia mengatakan, terdapat empat faktor penyebab terjadinya kemiskinan yaitu penguasaan ilmu pengetahuan yang kurang, skill  dan inovasi  serta kreativitas yang terbatas, akses terhadap permodalan yang terbatas, serta adanya budaya malas. 

Syarif Bando menuturkan, saat ini tingkat literasi di Indonesia masih tidak produktif. 

"Masalah literasi di Indonesia adalah tidak produktif dipengaruhi oleh sulitnya berkomunikasi atau mengkomunikasikan ide dan gagasan, tidak bisa berinovasi atau mencipta, sulit mentransfer atau memakai iptek," terangnya. 

"Inti masalahnya adalah kita baru belajar membaca, bukan membaca kerena melakukan sesuatu," jelasnya. 

Ia menjelaskan salah satu contoh masalah akibat masih minimnya literasi di Indonesia adalah penjualan bahan baku ke luar negeri dengan harga yang relatif rendah sementara Indonesia membeli produk jadi (impror) dari luar negeri dengan harga yang lebih mahal. 

"Contohnya handphone, kita kirim batu bara ke Korea, Korea beli batu bara kita Rp5M jadi energy untuk buat handphone begitu. Jadi kita beli 10 juta pcs dikali dengan harga Rp2,5 Juta itu kan Rp25 T," jelasnya. 

Tak hanya itu rendahnya tingkat literasi di Indonesia kata Syarif dipengaruhi oleh pendistribusian dan penyebaran buku dari pemerintah kepada masyarakat yang masih kurang. 

Berdasarkan data yang diberikan Perpusnas pada RDP kepada Komisi X DPR RI, diketahui satu buku untuk 90 orang sementara UNESCO memberi standar setidaknya satu orang membaca tiga buku baru dalam setahun. 

Lebih lanjut, Syarif menuturkan minimnya tingkat literasi diIndonesia juga dipengaruhi oleh minimnya anggaran yang yang tersedia 

"Saya perjalanan dinas ke Mamuju Tengah (Sulawesi Barat) melalui perjalanan darat melintas ke Palu (Sulawesi Tengah) saya singgah ke Kepala Dinas, (mereka keluhkan) anggaran untuk cetak buku tidak ada, anggaran untuk beli buku terbatas," terang Syarif. 

Hal tersebut membuat masyarakat di daerah tidak mendaparkan ilmu tambahan baru. 

Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 514 kabupaten/kota di Indonesia hanya Rp310,16 triliun dengan kebutuhan belanja mencapai Rp1.115 triliun. 

“Literasi yang tidak produksi. Pembiayaan yang terlalu besar tidak berkorelasi dengan pendapatan besar. Ini yang harus dikoreksi,” pungkasnya.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Waspada Virus Marburg, Kenali Cara Penularannya!

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Diduga Terkait Kasus Proyek KA Sulsel, KPK OTT 25 Orang

30 Desember 2023
BMKG Prakirakan Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Selama Libur Nataru

BMKG Prakirakan Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Selama Libur Nataru

26 Desember 2025

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version